Aksi Berani BitMine: Beli 200.000 ETH Pasca Crash, Langkah Strategis di Tengah Volatilitas

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar kripto memang dikenal volatil, tapi di balik setiap gejolak, selalu ada peluang besar. Kini, investor ritel maupun institusi makin sadar pentingnya memiliki eksposur terhadap aset digital seperti Ethereum (ETH). Di Indonesia, salah satu cara paling mudah dan aman untuk mulai berinvestasi di aset kripto adalah lewat Nanovest — aplikasi investasi yang memungkinkan kamu berinvestasi di Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital dalam satu platform.

Melalui Nanovest, kamu bisa mulai berinvestasi dengan nominal kecil dan tanpa rasa khawatir, karena aset kamu terlindungi dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas. Selain itu, Nanovest telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjadikannya pilihan aman dan terpercaya bagi para investor di Indonesia.

Bagi kamu yang ingin mulai berinvestasi, aplikasi Nanovest sudah tersedia di Play Store dan App Store. Dari emas digital hingga saham-saham besar Amerika seperti Apple atau Tesla, hingga aset kripto populer seperti Bitcoin dan Ethereum — semua bisa kamu eksplor lewat satu aplikasi yang ringkas, transparan, dan mudah digunakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BitMine Manfaatkan Crash untuk Akumulasi ETH

Langkah besar datang dari BitMine Immersion Technologies, yang baru saja memanfaatkan koreksi pasar kripto terbaru dengan membeli secara agresif 202.037 ETH senilai sekitar US$827 juta. Dengan pembelian ini, total kepemilikan BitMine kini melampaui 3 juta ETH, atau sekitar 2,5% dari total pasokan Ethereum yang beredar di pasar global.

Langkah akumulasi besar-besaran ini terjadi tepat setelah pasar kripto mengalami penurunan tajam akibat likuidasi posisi leverage di berbagai bursa. Namun bagi BitMine, volatilitas bukan alasan untuk mundur — justru menjadi peluang untuk membeli di harga diskon.

“Volatilitas Itu Peluang”

Dalam pernyataannya kepada Cointelegraph, Tom Lee, Ketua BitMine, menjelaskan bahwa likuidasi besar-besaran di pasar telah menciptakan peluang membeli di level yang jauh di bawah nilai fundamental Ethereum.

“Volatilitas memicu deleveraging yang justru membuka ruang bagi investor jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Lee, langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang BitMine untuk memperkuat posisi di ekosistem Ethereum, terutama di tengah transisi menuju AI, DeFi, dan adopsi institusional yang semakin cepat.

Pergerakan Dana dari Bursa

Laporan blockchain juga menunjukkan adanya penarikan besar ETH dari sejumlah bursa utama, termasuk Kraken dan FalconX. Tercatat lebih dari 128.718 ETH (senilai sekitar US$480 juta) berpindah ke dompet yang teridentifikasi terkait dengan BitMine.

Baca Juga:  Terancam Usai Bongkar Dugaan Perselingkuhan Bupati Humbahas, Koko Syahputra Lapor ke Polda Sumut

Langkah ini menunjukkan bahwa BitMine tidak hanya membeli untuk jangka pendek, tetapi juga mengamankan asetnya secara mandiri (self-custody) — sebuah tanda kepercayaan tinggi terhadap prospek Ethereum jangka panjang.

Ethereum Jadi Aset Strategis

Bagi banyak institusi besar, Ethereum kini bukan hanya sekadar aset kripto, tapi juga fondasi ekosistem blockchain generasi berikutnya. Dengan adopsi yang semakin meluas di sektor keuangan, AI, dan infrastruktur digital, ETH semakin dipandang sebagai aset inti dalam strategi diversifikasi global.

Aksi BitMine menegaskan kepercayaan kuat terhadap Ethereum, terutama setelah transisi “The Merge” ke mekanisme Proof-of-Stake (PoS) yang lebih ramah energi dan efisien. Selain itu, peningkatan aktivitas pada Ethereum Layer-2 seperti Arbitrum dan Optimism juga memperkuat posisi ETH sebagai tulang punggung inovasi blockchain modern.

Investor Ritel Ikut Berpeluang

Pergerakan besar seperti yang dilakukan BitMine sering kali menjadi sinyal awal bagi investor lain untuk mulai melirik kembali aset kripto utama. Meski jumlahnya tidak sebesar institusi, investor ritel tetap bisa mengambil peluang serupa dengan cara yang aman dan terukur.

Melalui Nanovest, kamu bisa ikut berinvestasi di Ethereum (ETH) dan berbagai aset kripto lainnya dengan mudah. Cukup gunakan smartphone kamu untuk mulai membangun portofolio digital — baik itu kripto, emas digital, atau saham global.

Nanovest hadir untuk membuat investasi jadi lebih mudah, aman, dan terjangkau, tanpa perlu takut risiko keamanan karena semua aset sudah terlindungi oleh Asuransi Sinarmas dan diawasi langsung oleh OJK.

Tentang NANOVEST

Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

Apresiasi Masyarakat Taat Pajak, Pemprov Sumut Undi 936 Hadiah Gebyar Pajak Triwulan I 2026
Rà Hospitality Perkenalkan Rà Signature Komodo Labuan Bajo, Destinasi Tropical Elegant Stay Terbaru di Jantung Labuan Bajo
Dolar Menguat, Perlukah Memikirkan Ulang Rencana Traveling ke Luar Negeri?
PTPP Raih Proyek RSUD Mamuju Tengah Rp143,09 Miliar, Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan dan Program Prioritas Presiden Prabowo
Menegaskan Dominasi Lokal, QUADRA dan Roman Hadirkan Inovasi Material Berstandar Global
India dan Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis dalam Pertemuan Komisi Bersama ke-8 di New Delhi
Ramai Video Susu Impor China di Menu MBG, Berikut Fakta Produknya
Viral Dianggap “Susu MBG”, Ini Komposisi dan Kandungan OPao yang Perlu Diketahui

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:32 WIB

Apresiasi Masyarakat Taat Pajak, Pemprov Sumut Undi 936 Hadiah Gebyar Pajak Triwulan I 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:14 WIB

Rà Hospitality Perkenalkan Rà Signature Komodo Labuan Bajo, Destinasi Tropical Elegant Stay Terbaru di Jantung Labuan Bajo

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:21 WIB

Dolar Menguat, Perlukah Memikirkan Ulang Rencana Traveling ke Luar Negeri?

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:39 WIB

Menegaskan Dominasi Lokal, QUADRA dan Roman Hadirkan Inovasi Material Berstandar Global

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:17 WIB

India dan Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis dalam Pertemuan Komisi Bersama ke-8 di New Delhi

Berita Terbaru