“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Tapi bagi banyak orang tua, artinya besar sekali. Tidak semua anak bangun pagi dengan semangat untuk berangkat ke sekolah. Ada yang harus dibujuk, ada yang merasa cemas, bahkan ada yang merasa tidak nyaman. Bagi mereka, sekolah hanya sekadar tempat belajar—bukan tempat yang terasa menyenangkan. Sekarang bayangkan kalau seorang anak berkata dengan tulus: “Aku nggak sabar ketemu teman-teman lagi di sekolah.” “Aku mau cerita ke guruku hari ini.” Di situlah perbedaannya mulai terasa.

Sekolah bisa menjadi tempat di mana anak merasa dilihat dan dihargai. Karena pada dasarnya, setiap anak ingin diperhatikan, didengarkan, dan dipahami – bukan hanya sebagai “siswa”, tapi sebagai individu dengan cerita, emosi, dan keunikan masing-masing.

Di lingkungan yang hangat, guru tidak hanya mengajar dari depan kelas. Mereka hadir – duduk bersama, mendengarkan, tertawa, dan benar-benar mengenal muridnya. Mereka tahu kapan anak butuh dorongan, dan kapan hanya butuh ditemani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat anak merasa diterima, mereka jadi lebih terbuka. Mereka berani mencoba hal baru. Mereka tidak takut gagal dan lebih cepat bangkit saat menghadapi kesulitan.

Lebih dari Sekadar Sekolah

Ada sekolah dengan fasilitas lengkap. Ada juga yang unggul secara akademik.

Tapi ada hal yang tidak bisa diukur dengan angka:

Perasaan seperti “pulang” saat melewati gerbang sekolah. Disambut dengan senyuman. Dipanggil dengan namanya.Dan merasa, “Aku memang bagian dari tempat ini.”

Lingkungan seperti ini tidak terbentuk begitu saja. Ia tumbuh dari hubungan antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas yang saling peduli.

Baca Juga:  Sekretariat DPRD Medan Belum Selesaikan Temuan LHP BPK 2024, Rp.4 M Lebih, Pengamat Anggaran : Jangan sampai ada penyalahgunaan anggaran, utamanya APBD

Kenangan yang Akan Mereka Bawa Selamanya

Suatu hari nanti, anak-anak mungkin akan lupa rumus atau ujian yang pernah mereka hadapi.

Tapi mereka tidak akan lupa:

> Siapa yang membuat mereka percaya diri

> Siapa yang selalu ada saat mereka kesulitan

> Dan bagaimana rasanya berada di tempat yang menerima mereka apa adanya

Sekolah yang terasa “homey” meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam dari sekadar akademik. Ia menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Saat Sekolah Menjadi Tempat yang Nyaman

Ini bukan sekadar harapan. Semakin banyak sekolah yang menyadari bahwa kenyamanan emosional adalah fondasi penting dalam proses belajar.

Salah satunya adalah New Zealand School Jakarta.

Dengan pendekatan yang hangat, komunitas yang erat, dan hubungan dekat antara guru, orang tua, dan murid, sekolah ini menghadirkan suasana di mana anak-anak tidak hanya belajar, tapi juga merasa diterima.

Dan mungkin, tanpa disadari, momen paling berarti bagi orang tua adalah ketika anak mereka berkata:

“Aku tidak sabar untuk pergi ke sekolah besok…”

Tentang New Zealand School Jakarta

New Zealand School Jakarta (NZSJ) is a progressive international school in Kemang, South Jakarta, offering the New Zealand Curriculum in a safe and supportive environment. Established in 2002, NZSJ is highly accredited and focuses on holistic development – academic, physical, social-emotional, and creative, to nurture happy, confident, and resilient lifelong learners.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

17 Ribu Kilometer Demi Tanah: Perjalanan Konstantin Zulske Melintasi Negara dan Benua
Ada Pekerjaan Perbaikan Geometri Jalan Rel, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Pengguna Jalan Hindari JPL 14 dan Gunakan Jalur Alternatif
Potensi Profit dengan Pin Bar: Memanfaatkan Pola Candlestick
KCMTKU Resmi Hadir di Surabaya, Buka Cabang ke-13 di Royal Plaza
Kisruh Rico Waas ke Luar Negeri, Agus Suryadi : Harus Jadi Pelajaran Untuk Fokus Pada Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
SUCOFINDO Dorong Ekosistem Energi Terbarukan Lewat Layanan TIC Terintegrasi
Kolaborasi FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal dalam Mendorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai yang Berkelanjutan
Antisipasi Arus Masuk ke Jabotabek Meningkat Usai Libur Panjang, Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:29 WIB

17 Ribu Kilometer Demi Tanah: Perjalanan Konstantin Zulske Melintasi Negara dan Benua

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:45 WIB

Ada Pekerjaan Perbaikan Geometri Jalan Rel, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Pengguna Jalan Hindari JPL 14 dan Gunakan Jalur Alternatif

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:41 WIB

Potensi Profit dengan Pin Bar: Memanfaatkan Pola Candlestick

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:35 WIB

KCMTKU Resmi Hadir di Surabaya, Buka Cabang ke-13 di Royal Plaza

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:55 WIB

Kisruh Rico Waas ke Luar Negeri, Agus Suryadi : Harus Jadi Pelajaran Untuk Fokus Pada Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

Berita Terbaru