Banyumas Jadi Titik Awal: Gerakan Herbal & Rempah Indonesia Resmi Diluncurkan

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyumas menjadi titik penting lahirnya sebuah langkah besar bagi masa depan industri kesehatan Indonesia. Sabtu (18/4), Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) resmi mendeklarasikan Gerakan Herbal dan Rempah Indonesia di Bumiku Bumimu (BBH) Hijau Farm, Ajibarang sebuah momentum yang menandai dimulainya babak baru kebangkitan jamu dan rempah Nusantara.

Deklarasi ini mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. (H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., hadir di tengah para pelaku jamu, petani, dan peternak. Kehadiran ini menjadi sinyal positif bahwa herbal dan rempah mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam strategi ketahanan pangan sekaligus penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Dipimpin oleh Ketua Umum PPJAI, apt. Heri Susanto, S.Farm., ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah menyatukan komitmen untuk membawa jamu dan rempah Indonesia naik kelas. Bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong inovasi, standarisasi, dan perluasan akses pasar agar produk lokal mampu bersaing secara lebih luas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara ini juga menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku di lapangan. Diskusi antara Menko Pangan RI dengan petani, peternak, dan produsen jamu membuka berbagai perspektif, mulai dari tantangan produksi, kualitas bahan baku, hingga distribusi dan daya saing produk. Momen ini menjadi langkah penting dalam menyelaraskan arah kebijakan dengan kebutuhan nyata di industri herbal.

Turut hadir, inisiator Badan Herbal Rempah Republik Indonesia, Prof. Yudhie Haryono, Ph.D., bersama Ketua Dewan Pembina PPJAI, Mukit Hendrayutno, S.T., yang menegaskan bahwa “gerakan ini dirancang sebagai upaya jangka panjang. Fokusnya adalah membangun ekosistem yang lebih kuat, meningkatkan posisi tawar pelaku lokal, serta mendorong terciptanya nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha jamu tradisional.”

Baca Juga:  Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%

Sebagai negara dengan kekayaan tanaman herbal dan rempah yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama di industri ini. Namun, potensi tersebut selama ini belum sepenuhnya dioptimalkan. Melalui gerakan ini, PPJAI mendorong kolaborasi lintas sektor agar kekayaan tersebut dapat dikelola secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan dalam deklarasi ini dirancang menyeluruh, mulai dari penyampaian visi gerakan, prosesi deklarasi, dialog terbuka, hingga kunjungan ke kawasan peternakan terpadu dan pameran produk unggulan. Semua ini menjadi gambaran bahwa gerakan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi diarahkan pada langkah nyata di lapangan.

Gerakan Herbal dan Rempah Indonesia membawa harapan baru, bahwa kekayaan alam Nusantara tidak hanya dikenal, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak, langkah ini berpotensi membuka jalan bagi Indonesia untuk tampil lebih percaya diri sebagai pusat industri herbal dan rempah di tingkat global.

About PPJAI
Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) adalah organisasi yang mewadahi para pelaku usaha jamu tradisional dan modern di Indonesia, dengan tujuan memajukan industri jamu sebagai produk kesehatan alami unggulan. PPJAI aktif mendukung anggotanya dalam hal standar produksi, inovasi, pemasaran, serta ekspor, sekaligus memperkuat citra jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang siap bersaing di pasar global.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

Kisruh Rico Waas ke Luar Negeri, Agus Suryadi : Harus Jadi Pelajaran Untuk Fokus Pada Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
SUCOFINDO Dorong Ekosistem Energi Terbarukan Lewat Layanan TIC Terintegrasi
Kolaborasi FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal dalam Mendorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai yang Berkelanjutan
Antisipasi Arus Masuk ke Jabotabek Meningkat Usai Libur Panjang, Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan
Hari Pertama Libur Panjang, Dukuh Atas dan Harjamukti Jadi Stasiun Terpadat LRT Jabodebek
Jangan Panik, Ini Langkah Awal Saat Mata Kucing Mulai Bermasalah
Pengguna Jasa KA di Wilayah KAI Daop 2 Bandung Januari–April 2026 Tembus 1,7 Juta Pelanggan, Naik 9,42 Persen
KAI Logistik Luncurkan 2 Rangkaian KA Kontainer Baru

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:55 WIB

Kisruh Rico Waas ke Luar Negeri, Agus Suryadi : Harus Jadi Pelajaran Untuk Fokus Pada Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:21 WIB

SUCOFINDO Dorong Ekosistem Energi Terbarukan Lewat Layanan TIC Terintegrasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:10 WIB

Kolaborasi FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal dalam Mendorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai yang Berkelanjutan

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:31 WIB

Antisipasi Arus Masuk ke Jabotabek Meningkat Usai Libur Panjang, Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:16 WIB

Hari Pertama Libur Panjang, Dukuh Atas dan Harjamukti Jadi Stasiun Terpadat LRT Jabodebek

Berita Terbaru