Didorong Sentimen Global, Harga Emas Siap Lanjutkan Kenaikan

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia pada hari Kamis, 9 April 2026 diperkirakan masih memiliki peluang untuk kembali naik, meskipun sebelumnya sempat mengalami fase penurunan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, harga emas saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda stabil dan berpotensi melanjutkan tren kenaikan dalam waktu dekat.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas sempat mengalami koreksi atau penurunan sementara. Namun kini, pergerakan harga terlihat mulai tertahan di area penting yang berfungsi sebagai penopang. Selama harga mampu bertahan di area tersebut, peluang untuk kembali naik dinilai masih cukup besar.

Saat ini, harga emas juga sedang berusaha membentuk titik terendah baru yang lebih kuat sebagai dasar untuk naik kembali. Level di sekitar 4.698 menjadi area yang cukup krusial untuk diperhatikan. Jika harga tidak turun lebih jauh dari titik ini, maka kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali masuk ke pasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apabila momentum kenaikan terus berlanjut, harga emas diperkirakan berpotensi naik ke kisaran 4.799 dalam waktu dekat. Bahkan, jika dorongan beli semakin kuat, bukan tidak mungkin harga akan melanjutkan kenaikan hingga ke level berikutnya di sekitar 4.858. Level-level tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam melihat arah pergerakan emas selanjutnya.

Dari sisi global, kondisi fundamental juga turut mendukung peluang kenaikan harga emas. Salah satu faktor utamanya adalah meningkatnya harapan bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, akan mulai menurunkan suku bunga. Hal ini biasanya terjadi ketika inflasi mulai terkendali atau menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Jika suku bunga turun, maka emas akan menjadi lebih menarik bagi investor. Pasalnya, emas tidak memberikan bunga seperti instrumen keuangan lainnya. Ketika bunga rendah, investor cenderung beralih ke emas sebagai alternatif investasi yang lebih aman.

Baca Juga:  Voices of Tomorrow Special Session Bahas Gejolak Timur Tengah dan Tantangan Jurnalisme Global

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga turut memberikan dorongan bagi harga emas. Ketika imbal hasil turun, biaya untuk memegang emas menjadi lebih ringan, sehingga minat investor terhadap logam mulia ini meningkat.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah pergerakan dolar AS. Jika dolar melemah, harga emas biasanya akan naik karena menjadi lebih murah bagi pembeli dari negara lain. Hal ini dapat meningkatkan permintaan dan mendorong harga lebih tinggi.

Di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik, emas tetap menjadi salah satu aset yang banyak diminati. Investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman untuk melindungi nilai aset mereka, dan emas sering menjadi pilihan utama dalam situasi seperti ini.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa peluang kenaikan harga emas masih cukup terbuka untuk saat ini. Selama harga mampu bertahan di area penting yang menjadi penopang, arah pergerakan diperkirakan masih cenderung naik.

Meski begitu, pergerakan harga emas tetap bisa mengalami naik turun dalam jangka pendek. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global serta level-level penting yang dapat memengaruhi arah harga emas ke depan.

Tentang Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)

Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

Kisruh Rico Waas ke Luar Negeri, Agus Suryadi : Harus Jadi Pelajaran Untuk Fokus Pada Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
SUCOFINDO Dorong Ekosistem Energi Terbarukan Lewat Layanan TIC Terintegrasi
Kolaborasi FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal dalam Mendorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai yang Berkelanjutan
Antisipasi Arus Masuk ke Jabotabek Meningkat Usai Libur Panjang, Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan
Hari Pertama Libur Panjang, Dukuh Atas dan Harjamukti Jadi Stasiun Terpadat LRT Jabodebek
Jangan Panik, Ini Langkah Awal Saat Mata Kucing Mulai Bermasalah
Pengguna Jasa KA di Wilayah KAI Daop 2 Bandung Januari–April 2026 Tembus 1,7 Juta Pelanggan, Naik 9,42 Persen
KAI Logistik Luncurkan 2 Rangkaian KA Kontainer Baru

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:55 WIB

Kisruh Rico Waas ke Luar Negeri, Agus Suryadi : Harus Jadi Pelajaran Untuk Fokus Pada Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:21 WIB

SUCOFINDO Dorong Ekosistem Energi Terbarukan Lewat Layanan TIC Terintegrasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:10 WIB

Kolaborasi FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal dalam Mendorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai yang Berkelanjutan

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:31 WIB

Antisipasi Arus Masuk ke Jabotabek Meningkat Usai Libur Panjang, Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:16 WIB

Hari Pertama Libur Panjang, Dukuh Atas dan Harjamukti Jadi Stasiun Terpadat LRT Jabodebek

Berita Terbaru