Post Sumatera                            Efisiensi Logistik Wujudkan Industri yang Kuat dan Kompetitif

 

Efisiensi Logistik Wujudkan Industri yang Kuat dan Kompetitif

- Penulis

Minggu, 16 November 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketahanan rantai pasok kini menjadi isu krusial bagi keberlanjutan industri nasional. Tantangan seperti tingginya biaya logistik, ketimpangan infrastruktur antar wilayah, dan birokrasi yang rumit masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sektor industri dan transportasi nasional.

Isu-isu tersebut akan menjadi sorotan dalam ALFI CONVEX 2025 (Asosiasi Logsitik dan Forwarder Indonesia), pameran dan konferensi logistik terbesar di Indonesia, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari energi, transportasi, hingga manufaktur, untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional. Adapun ajang ini akan menjadi ruang strategis menyatukan visi pemerintah  dan swasta hingga mitra internasional dalam mempercepat pembangunan infrastruktur logistik Indonesia. “Logistik yang efisien adalah nadi dari industri. Terutama industri baja bagi saya. Biaya logistik yang tinggi dan birokrasi yang kompleks berdampak langsung pada harga pokok produksi dan daya saing nasional. Karena itu, Krakatau Steel mendukung penuh percepatan pembangunan sistem logistik nasional yang lincah, terintegrasi, dan adaptif,” ujar Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA (Indonesia Iron & Steel Industry Association) dan Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia).

Membedah Tantangan Logistik Indonesia

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sektor logistik Indonesia masih menghadapi tantangan mendasar yang perlu dibenahi secara sistemik. Biaya logistik nasional dinilai masih jauh lebih tinggi dibandingkan negara tetangga di kawasan ASEAN. Inefisiensi di pelabuhan, biaya truking yang mahal, dan proses birokrasi yang berbelit menjadi penyebab utama tingginya ongkos logistik.

Kondisi ini semakin terasa di luar Pulau Jawa, di mana ketimpangan infrastruktur masih lebar. Keterbatasan pelabuhan, jalan, dan fasilitas pendukung membuat arus distribusi bahan baku maupun produk baja tidak merata, dan berujung pada kenaikan biaya distribusi. Di sisi lain, tumpang tindih regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta tingginya dwelling time di pelabuhan utama, memperlambat pergerakan logistik nasional.

Selain persoalan infrastruktur dan regulasi, peningkatan kualitas SDM logistik juga menjadi kunci penting. Dalam era digitalisasi industri, kemampuan tenaga kerja untuk memahami sistem logistik modern dan teknologi rantai pasok tentunya akan menjadi faktor pembeda dalam menciptakan efisiensi nasional.

Baca Juga:  Dugaan Skandal Petugas Imigrasi Medan Ajak Wanita Pemohon Paspor ke Hotel Diinvestigasi Kanwil Ditjenim Sumut

“Perlu dilakukan transformasi menyeluruh mulai dari digitalisasi logistik, konektivitas antar moda, hingga harmonisasi kebijakan pusat dan daerah. Dengan fondasi yang kuat tersebut, industri baja di Indonesia bisa tumbuh lebih efisien dan bersaing di pasar global,” tambah Akbar Djohan.

Logistik yang Lincah untukKemandirian Industri

Dalam kerangka Asta Cita Pembangunan Nasional, Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan transformasi ekonomi berbasis nilai tambah dan kemandirian industri. Dan cita-cita tersebut bisa diwujudkan jika Indonesia memiliki sistem logistik yang tangguh dan lincah.

Kemandirian industri baja nasional dapat terwujud melalui rantai pasok yang efisien. Melalui logistik yang terintegrasi dan konektivitas yang kuat, Sehingga  dapat mendukung akselerasi Asta Cita dalam membangun kemandirian ekonomi nasional, mempercepat hilirisasi industri, dan menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Melalui forum strategis seperti ALFI CONVEX 2025, diharapkan dapat mendorong terciptanya efisiensi rantai pasok nasional. Sebagai bagian dari ekosistem industri, diharapkan berbagai unsur dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku logistik.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero)

Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel dan Group mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyedia air industri maupun penyediaan energi dalam bentuk power plant serta beberapa ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang.

Krakatau Steel saat ini berkomitmen kuat untuk melakukan transformasi dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform” yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, membangun kepercayaan dan transparansi dengan pemangku kepentingan, serta menarik investor. Transformasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk perbaikan Human Capital, pengembangan bisnis hilir, dan peningkatan bisnis infrastruktur.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Angkut 481ribu Kg Barang Hantaran Selama Angkutan Nataru 2025/2026
Tekanan Risiko Global Perkuat Minat pada Logam Mulia
Sambil Menunggu Usaha Untung, Bertahan Hidup Tetap Perlu Strategi
Komitmen Melayani Sepenuh Hati, Jasa Marga Dukung Hunian Danantara dengan Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabencana di Aceh
Tingkatkan Keselamatan Perka, KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar
Dukung Mobilitas Masyarakat Lintas Daerah, KAI Divre III Palembang Lanjutkan Operasional Kereta Tambahan KA Rajabasa
Menuju Satu Dekade Berkarya, BINUS SCHOOL Bekasi Raih Peringkat 8 SMA Paling Berprestasi di Jawa Barat
BINUS Hadirkan Asia Collaboration Corner untuk Membuka Pengalaman Global Mahasiswa dan Menciptakan Dampak bagi Indonesia
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:36 WIB

KAI Daop 2 Bandung Angkut 481ribu Kg Barang Hantaran Selama Angkutan Nataru 2025/2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:35 WIB

Tekanan Risiko Global Perkuat Minat pada Logam Mulia

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:50 WIB

Sambil Menunggu Usaha Untung, Bertahan Hidup Tetap Perlu Strategi

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:16 WIB

Komitmen Melayani Sepenuh Hati, Jasa Marga Dukung Hunian Danantara dengan Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabencana di Aceh

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:39 WIB

Tingkatkan Keselamatan Perka, KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar

Berita Terbaru

News

Tekanan Risiko Global Perkuat Minat pada Logam Mulia

Kamis, 15 Jan 2026 - 12:35 WIB