Emas Menguat di Tengah Konflik Global, Berpeluang Tembus Level 5.225

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Pada sesi perdagangan Asia Kamis, 5 Maret 2026, harga emas (XAU/USD) tercatat masih bergerak di zona positif di sekitar level 5.145. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya logam mulia tersebut mencatat kenaikan lebih dari 1% pada sesi perdagangan Amerika Utara, meskipun dalam beberapa hari terakhir sempat mengalami tekanan akibat penguatan Dolar AS.

Sentimen geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang menopang pergerakan harga emas saat ini. Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Israel dilaporkan melancarkan gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur militer di Teheran, Iran. Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut. Kondisi ini mendorong investor untuk mencari instrumen investasi yang relatif aman, sehingga permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai kembali meningkat.

Selain itu, dinamika politik di Amerika Serikat juga turut memberikan pengaruh terhadap sentimen pasar. Partai Republik dilaporkan menolak resolusi yang bertujuan mewajibkan Presiden Amerika Serikat untuk meminta persetujuan Kongres sebelum mengambil tindakan militer terhadap Iran di masa mendatang. Situasi ini menambah ketidakpastian terkait arah kebijakan geopolitik AS. Di sisi lain, pernyataan dari pejabat militer AS yang menyebutkan bahwa serangan terhadap Iran dapat dilakukan secara bertahap semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik berkepanjangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, sejumlah perkembangan lain memberikan sedikit harapan terhadap kemungkinan meredanya ketegangan. Laporan media internasional menyebutkan bahwa intelijen Iran secara tidak langsung telah menghubungi badan intelijen Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan mengakhiri konflik. Namun, para pejabat di Washington dan Teheran masih menunjukkan sikap skeptis terhadap peluang de-eskalasi dalam waktu dekat. Ketidakpastian tersebut membuat investor tetap berhati-hati dan cenderung mempertahankan posisi pada aset safe-haven seperti emas.

Dari sisi ekonomi, pelaku pasar juga mencermati sejumlah data terbaru dari Amerika Serikat. Indeks Manajer Pembelian sektor jasa versi ISM tercatat meningkat menjadi 56,1 pada Februari, naik dari 53,8 pada bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar di level 53,5. Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa di AS masih cukup kuat. Kondisi ini berpotensi memberikan ruang bagi bank sentral AS untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Kebijakan suku bunga yang tetap tinggi biasanya akan memberikan dukungan terhadap Dolar AS, yang pada akhirnya dapat membatasi kenaikan harga emas. Namun, pada perdagangan terbaru Indeks Dolar AS (DXY) justru mengalami pelemahan sekitar 0,25% ke level 98,82. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun cenderung bergerak stabil di kisaran 4,06%. Pelemahan dolar tersebut memberikan ruang bagi harga emas untuk mempertahankan momentum penguatannya dalam jangka pendek.

Baca Juga:  Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni Akan Tindak Tegas ASN Yang Tidak Netral Dalam Pilkada

Dari perspektif teknikal, analis Dupoin Futures Andy Nugraha menilai bahwa tren harga emas pada timeframe H1 masih menunjukkan kecenderungan bullish. Namun demikian, kekuatan tren tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah reli yang cukup signifikan sebelumnya. Berdasarkan kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini, pergerakan harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan, meskipun risiko koreksi tetap perlu diwaspadai oleh pelaku pasar.

Andy Nugraha menjelaskan bahwa apabila tekanan beli masih mampu mendominasi pasar, maka harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga menguji area resistance di sekitar level 5.225. Level tersebut menjadi target kenaikan terdekat yang berpotensi dicapai apabila sentimen safe-haven tetap kuat dan tidak ada tekanan signifikan dari penguatan dolar AS.

Namun di sisi lain, jika harga gagal mempertahankan momentum kenaikan dan muncul tekanan jual, maka pergerakan emas berpotensi mengalami koreksi menuju area support terdekat di sekitar level 5.126. Area tersebut dinilai sebagai titik penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar dalam jangka pendek.

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar saat ini, harga emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif. Investor juga menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk laporan klaim pengangguran mingguan, serta pernyataan dari pejabat Federal Reserve Michelle Bowman yang dijadwalkan akan berbicara dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut berpotensi memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Secara keseluruhan, emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, terutama jika ketegangan geopolitik tetap tinggi dan Dolar AS tidak kembali menguat secara signifikan. Namun, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan data ekonomi dan sentimen global yang dapat memicu volatilitas pada pergerakan harga emas.

Tentang Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)

Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

Jadi Gerbang Diplomasi Maritim, KRI Bima Suci Sandar di Pelabuhan Belawan
Bittime Respons Ketidakpastian Global Melalui Slogan “Begin Investing in Gold with $XAUT Today”
Panduan Lengkap Opsi Finishing Banner di Supplier X Banner
Pemanfaatan BBM Subsidi, Dukung Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 H Divre III Palembang
TechnoGIS Perkenalkan Platform iT Sensing pada Smart City Expo Taiwan 2026, Perluas Kerja Sama Global
PTPP Perkuat Momentum Awal Tahun, Raih Kontrak Baru Rp3,87 Triliun hingga Februari 2026
Bittime Mining Points 2.0 #DoublePointsDoubleEarn dengan Prize Pool lebih dari $30,000
Harga Emas Diprediksi Lanjut Melemah, Dupoin Futures Soroti Sinyal Bearish Kian Kuat

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:34 WIB

Jadi Gerbang Diplomasi Maritim, KRI Bima Suci Sandar di Pelabuhan Belawan

Senin, 13 April 2026 - 18:05 WIB

Bittime Respons Ketidakpastian Global Melalui Slogan “Begin Investing in Gold with $XAUT Today”

Senin, 13 April 2026 - 12:26 WIB

Panduan Lengkap Opsi Finishing Banner di Supplier X Banner

Senin, 13 April 2026 - 11:31 WIB

Pemanfaatan BBM Subsidi, Dukung Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 H Divre III Palembang

Minggu, 12 April 2026 - 20:09 WIB

TechnoGIS Perkenalkan Platform iT Sensing pada Smart City Expo Taiwan 2026, Perluas Kerja Sama Global

Berita Terbaru