Post Sumatera                            Harga Emas Berupaya Pulih Jelang Risalah FOMC

 

Harga Emas Berupaya Pulih Jelang Risalah FOMC

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah mengalami tekanan jual yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Selasa (30/12), emas spot (XAU/USD) tercatat bergerak menguat terbatas dan diperdagangkan di atas level USD 4.350 pada awal sesi Eropa. Penguatan ini terjadi setelah harga emas sebelumnya merosot sekitar 4,5%, yang menjadi penurunan harian terdalam sejak Oktober lalu.

Tekanan jual tersebut muncul setelah Chicago Mercantile Exchange (CME) Group mengumumkan kenaikan persyaratan margin pada kontrak berjangka emas dan perak. Kebijakan ini mendorong pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung sekaligus penyesuaian posisi investasi. Kondisi likuiditas pasar yang menurun menjelang libur Tahun Baru turut memperbesar dampak koreksi harga emas.

Memasuki perdagangan hari Rabu (31/12), harga emas masih berada di bawah tekanan. XAU/USD tercatat melemah lebih dari 4% dari level tertinggi sepanjang masa di sekitar USD 4.555, mencatatkan kinerja terburuk dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, harga mulai berupaya bangkit dengan bertahan di atas area USD 4.300, seiring meningkatnya minat terhadap aset safe haven di tengah memburuknya sentimen risiko global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Andy Nugraha menilai bahwa secara teknikal pergerakan emas saat ini mengindikasikan melemahnya tren naik. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, menunjukkan bahwa momentum bullish XAU/USD mulai berkurang. Situasi ini membuka peluang terjadinya fase konsolidasi, bahkan koreksi lanjutan dalam jangka pendek.

Andy Nugraha menjelaskan bahwa pada perdagangan hari ini, peluang penguatan emas masih ada, namun cenderung terbatas. Apabila tekanan beli kembali mendominasi pasar, XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di sekitar level USD 4.403. Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali tertekan, maka potensi pelemahan terdekat diperkirakan mengarah ke area support di kisaran USD 4.308.

Baca Juga:  KAI Daop 2 Bandung Terus Himbau Masyarakat Untuk Berhati-Hati Saat Melewati Perlintasan Sebidang

Dari sisi fundamental, dinamika geopolitik global masih menjadi faktor yang menopang pergerakan harga emas. Rusia pada awal pekan ini menyatakan akan mengevaluasi kembali sikapnya terkait pembicaraan damai dengan Ukraina, menyusul tuduhan serangan pesawat tak berawak terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin. Meski klaim tersebut dibantah oleh pihak Ukraina, ketegangan ini tetap meningkatkan kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik.

Di kawasan Asia, situasi geopolitik juga memanas setelah Tiongkok memperpanjang latihan militernya di sekitar Taiwan untuk hari kedua berturut-turut. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan peringatan terkait kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran jika negara tersebut melanjutkan program senjata nuklirnya. Kondisi ini memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Fokus pelaku pasar kini beralih ke agenda ekonomi utama, yakni rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dari Federal Reserve AS. Dokumen ini diperkirakan akan memberikan sinyal tambahan terkait arah kebijakan suku bunga ke depan, yang berpotensi memengaruhi pergerakan Dolar AS dan harga emas. Meski volatilitas jangka pendek masih tinggi dan volume perdagangan diprediksi tetap tipis, Andy Nugraha menilai risiko penurunan emas relatif terbatas. Prospek penurunan suku bunga The Fed pada 2026, serta ketidakpastian ekonomi global yang berlanjut, dinilai masih menjadi faktor pendukung bagi harga emas dalam jangka menengah.

Press Release ini juga sudah tayang diVRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Angkut 481ribu Kg Barang Hantaran Selama Angkutan Nataru 2025/2026
Tekanan Risiko Global Perkuat Minat pada Logam Mulia
Sambil Menunggu Usaha Untung, Bertahan Hidup Tetap Perlu Strategi
Komitmen Melayani Sepenuh Hati, Jasa Marga Dukung Hunian Danantara dengan Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabencana di Aceh
Tingkatkan Keselamatan Perka, KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar
Dukung Mobilitas Masyarakat Lintas Daerah, KAI Divre III Palembang Lanjutkan Operasional Kereta Tambahan KA Rajabasa
Menuju Satu Dekade Berkarya, BINUS SCHOOL Bekasi Raih Peringkat 8 SMA Paling Berprestasi di Jawa Barat
BINUS Hadirkan Asia Collaboration Corner untuk Membuka Pengalaman Global Mahasiswa dan Menciptakan Dampak bagi Indonesia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:36 WIB

KAI Daop 2 Bandung Angkut 481ribu Kg Barang Hantaran Selama Angkutan Nataru 2025/2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:35 WIB

Tekanan Risiko Global Perkuat Minat pada Logam Mulia

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:50 WIB

Sambil Menunggu Usaha Untung, Bertahan Hidup Tetap Perlu Strategi

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:16 WIB

Komitmen Melayani Sepenuh Hati, Jasa Marga Dukung Hunian Danantara dengan Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabencana di Aceh

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:39 WIB

Tingkatkan Keselamatan Perka, KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar

Berita Terbaru

News

Tekanan Risiko Global Perkuat Minat pada Logam Mulia

Kamis, 15 Jan 2026 - 12:35 WIB