Kementerian PU Genjot Pelaksanaan Inpres Jalan Daerah 2025 Dukung Swasembada Pangan dan Energi

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mempercepat realisasi program peningkatan konektivitas jalan daerah. Langkah ini pun diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi, yang bertujuan memperkuat sistem logistik nasional dan melancarkan distribusi hasil produksi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Program yang dikenal sebagai Inpres Jalan Daerah (IJD) ini punya misi penting, yaitu: memperbaiki kondisi jalan-jalan daerah yang rusak, utamanya pada ruas-ruas yang menjadi urat nadi penghubung kawasan produksi dan industri. Dengan dukungan dana dari pusat, Kementerian PU berupaya meningkatkan kualitas jalan daerah agar terhubung mulus dengan jaringan jalan nasional. Prioritasnya adalah wilayah yang menopang produktivitas sektor vital seperti pertanian, perikanan, perkebunan, industri, hingga jalur distribusi energi.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa ketersediaan infrastruktur konektivitas merupakan kunci untuk memperkuat daya saing bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketersediaan jalan yang baik adalah tulang punggung ekonomi daerah. Dengan percepatan peningkatan jalan daerah, potensi pangan dan energi di berbagai wilayah akan berkembang optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Menteri Dody.

Pada periode 2025–2026, alokasi anggaran untuk program IJD ini mencapai Rp8,98 triliun yang dialokasikan untuk 427 kegiatan di seluruh Indonesia. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Tahap I: Sebesar Rp3,98 triliun untuk 234 kegiatan, dengan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 14.333 orang.
  • Tahap II: Sebesar Rp3,12 triliun untuk 193 kegiatan, yang akan menyerap sekitar 8.562 tenaga kerja.

Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp1,88 triliun dialokasikan untuk memenuhi kewajiban kontrak tahun jamak (Multi Years Contract/MYC) pada Tahun Anggaran 2026.

Fokus program IJD sangat strategis dan terbagi ke dalam empat tematik utama, yakni dukungan terhadap swasembada pangan (73,51%), swasembada energi (1,26%), peningkatan konektivitas umum (11,28%), serta tematik lainnya seperti pariwisata, industri, dan transmigrasi (13,95%). Dari sisi sebaran wilayah, alokasi kegiatan terbagi menjadi 63,39% di wilayah barat dan 36,61% di wilayah timur Indonesia. Total panjang jalan yang akan ditangani pada Tahap I dan Tahap II mencapai 1.576 kilometer dengan pembangunan jembatan sepanjang 458,1 meter.

Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga menetapkan prioritas kegiatan IJD berdasarkan sejumlah kriteria ketat, yaitu aspek tematik, tingkat kemantapan jalan, serta keberlanjutan usulan dari daerah. Jalan-jalan yang menjadi prioritas utama adalah yang berfungsi mendukung kawasan produksi pangan, jalur distribusi energi, serta jalan penghubung antarsimpul transportasi dan pembuka wilayah terisolasi. Penetapan daftar paket prioritas ini dilakukan bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas untuk tahun anggaran 2025–2026.

Baca Juga:  Mengatur Keuangan Rumah Tangga di Tengah Harga Kebutuhan yang Terus Naik

Di lapangan, pelaksanaan kegiatan dilaksanakan oleh Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN/BPJN) yang tersebar di setiap provinsi. Untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi dan selesai tepat waktu, proses ini dibantu oleh konsultan supervisi. Pemerintah daerah juga memegang peran krusial melalui sistem usulan berbasis aplikasi SITIA, di mana mereka wajib melengkapi berbagai dokumen teknis seperti desain, studi kelayakan (feasibility study), dan dokumen lingkungan.

Menteri Dody kembali menekankan bahwa program ini bukan sekadar proyek perbaikan infrastruktur, melainkan juga sebuah upaya untuk mengakselerasi transformasi ekonomi di daerah.

“Melalui sinergi pusat dan daerah, kami ingin memastikan setiap kilometer jalan yang dibangun memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik melalui peningkatan akses ekonomi, efisiensi logistik, maupun penciptaan lapangan kerja baru,” ujar Menteri Dody.

Percepatan pelaksanaan Inpres Jalan Daerah 2025 menyimpan harapan besar agar konektivitas antarwilayah semakin lancar, produktivitas kawasan meningkat, dan cita-cita ketahanan nasional di bidang pangan serta energi dapat segera terwujud. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

About Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.

Press Release ini juga sudah tayang diVRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

Reska Catering Siap Dukung Ajang Internasional KTT D-8 Tahun 2026
Dukung Keselamatan Kerja dan Operasional, Daop 9 Jember Selenggarakan Pelatihan P3K
Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusif
KAI Daop 9 Jember Imbau Rencanakan Perjalanan Lebih Awal Sambut Momen Lebaran 2026
Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”
Datang ke INACRAFT 2026, Pengunjung Bisa Dapat Diskon Tiket Kereta Api Lebaran 20 Persen
Gubernur Sumut Ajak HMI Terlibat Dalam Penerapan RJ
Sambut Tahun Baru Imlek, KAI Daop 6 Yogyakarta Hiasi Stasiun dengan Ornamen Imlek
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:38 WIB

Reska Catering Siap Dukung Ajang Internasional KTT D-8 Tahun 2026

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:34 WIB

Dukung Keselamatan Kerja dan Operasional, Daop 9 Jember Selenggarakan Pelatihan P3K

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:40 WIB

Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusif

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:31 WIB

KAI Daop 9 Jember Imbau Rencanakan Perjalanan Lebih Awal Sambut Momen Lebaran 2026

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:23 WIB

Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”

Berita Terbaru