Strategi Digital Marketing 2026: Menjawab Tantangan AI, Social Commerce, dan Perubahan Perilaku Konsumen

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi tahun 2026, berbagai bisnis di Indonesia mulai mengalami perubahan mendasar dalam efektivitas strategi digital marketing yang selama ini mereka jalankan. Kenaikan biaya iklan, penurunan korelasi antara traffic dan penjualan, serta perubahan perilaku konsumen yang bergeser ke platform tertutup seperti WhatsApp dan TikTok menjadi tantangan baru yang tidak bisa diabaikan.

Perubahan algoritma mesin pencari, munculnya AI Search, serta tren zero-click results juga menggeser peran website dari pusat informasi menjadi referensi pendukung. Di sisi lain, proses pengambilan keputusan konsumen kini dipengaruhi oleh konten video, rekomendasi kreator, dan sinyal sosial yang tersebar melalui platform seperti TikTok dan Instagram.

Viktor Iwan, CEO Doxadigital, menyatakan: “Banyak brand masih menerapkan logika digital lama di ekosistem yang sudah berubah total. Tantangan hari ini bukan sekadar memilih channel, tapi mengintegrasikan semua channel agar bergerak selaras menuju tujuan bisnis. Di era dominasi AI dan konten video, keunggulan hanya dimiliki oleh bisnis yang mampu mengorkestrasi strategi berbasis data, komunitas, dan relevansi.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu perubahan terbesar di tahun 2026 adalah dominasi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi dalam eksekusi digital marketing. Platform seperti Google dan Meta kini mengelola bidding, targeting, hingga optimalisasi konten secara otomatis. Peran marketer bergeser dari teknisi menjadi arsitek strategi yang mampu mengatur sinyal data untuk mengarahkan sistem AI mencapai objektif bisnis.

SEO juga mengalami evolusi, dari yang sebelumnya berfokus pada kata kunci (keyword-centric), kini menjadi berbasis entitas dan jawaban (entity-first & answer-based). Visibilitas brand menjadi lebih penting daripada sekadar mendapatkan klik, mengingat banyak jawaban kini diberikan langsung oleh AI melalui AI Overview, chatbot, atau voice assistant.

Tren social commerce semakin kuat. Konsumen tidak lagi hanya mencari produk melalui mesin pencari, tetapi menemukannya dari video pendek, live shopping, dan kolaborasi kreator. Konversi dan awareness kini bisa terjadi di platform yang sama — tanpa harus keluar dari aplikasi.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah pentingnya first-party data sebagai aset strategis. Dengan hilangnya cookie pihak ketiga dan semakin ketatnya regulasi privasi, bisnis dituntut membangun database pelanggan sendiri melalui CRM, WhatsApp, email, dan program loyalitas. Bahkan, WhatsApp kini berfungsi sebagai chat-based funnel utama yang menggantikan peran tradisional landing page dalam proses konversi, terutama untuk produk dengan nilai tinggi dan layanan B2B.

Baca Juga:  Sosialisasi PHBS, Walikota: Bentuk Karakter Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini

Kreator dan komunitas juga telah menggantikan iklan sebagai mesin utama kepercayaan. Konsumen cenderung mempercayai pengalaman kreator dan komunitas daripada klaim satu arah dari brand. Model kolaborasi jangka panjang, co-creation, dan affiliate-based creator ecosystem menjadi pendekatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Terkait strategi kanal, pendekatan omnichannel bukan lagi keunggulan, melainkan standar. Konsistensi pesan, data, dan pengalaman harus dijaga di seluruh platform — mulai dari TikTok, Google, marketplace, hingga WhatsApp dan email. Tantangan terbesar bukan berada di banyak platform, tetapi menjaga alur dan narasi yang utuh di antaranya.

Di Indonesia, fenomena seperti Treatonomics (belanja sebagai bentuk self-reward), dominasi super-app, serta pentingnya narasi halal sebagai gaya hidup menjadi faktor lokal yang mempercepat disrupsi strategi digital marketing. Selain itu, mayoritas konsumen kini merupakan generasi digital-native yang lebih kritis, cepat mengambil keputusan, dan menuntut transparansi serta autentisitas dari brand.

Pada akhirnya, pendekatan performance marketing pun bergeser dari metrik superfisial seperti klik dan impressions menuju outcome bisnis nyata seperti revenue, profit margin, dan customer lifetime value (CLV). Kampanye yang terlihat ramai, tapi tidak berdampak langsung ke pertumbuhan bisnis, mulai ditinggalkan.

Artikel Lengkap Bisa Membaca di https://doxadigital.com/tips-pemasaran/strategi-digital-marketing-2026/

Peran Doxadigital di Era Baru Digital Marketing

Doxadigital Creative Digital Marketing Agency hadir sebagai mitra strategis bagi brand dan bisnis yang ingin berkembang dalam lanskap digital yang semakin kompleks dan berbasis AI. Dengan pengalaman dalam mengelola strategi SEO berbasis entitas, performance marketing, konten video, dan orkestrasi funnel berbasis data, Sebagai agensi yang memprioritaskan kolaborasi jangka panjang, Doxadigital mendampingi bisnis untuk tidak hanya relevan, tetapi juga unggul dalam kompetisi digital yang terus berubah.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

Jaga Standar Global Perhotelan, SUCOFINDO kembali Serahkan Sertifikat Hotel Bintang 5 Berbasis Risiko di Bali
Sinergi Kebaikan, FKIJK DKI Jakarta dan BRI Regional Office 1 Gelar Aksi Berbagi Takjil
Wujud Kepedulian Insan Pers, Forwaka Sumut dan Kabupaten/ Kota Berbagi Takjil Serentak ke Pengguna Jalan
BINUS @Kemanggisan Siapkan Generasi Inovator Digital Technology yang Siap Berkarier Lebih Awal
Hangatkan Suasana Ramadan, KAI Logistik Berbagi Ratusan Paket Berbuka Puasa
Harga Emas Hari Ini Bergerak Volatil, Dupoin Futures Proyeksikan Target $5.231
Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja sebagai Instrumen Geopolitik, Krakatau Steel Tangkap Peluang Penguatan Industri Strategis Nasional
Jelang Puncak Lebaran, KAI Logistik Perkuat Kesiapan Operasional Layanan Pengiriman

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:49 WIB

Jaga Standar Global Perhotelan, SUCOFINDO kembali Serahkan Sertifikat Hotel Bintang 5 Berbasis Risiko di Bali

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:32 WIB

Sinergi Kebaikan, FKIJK DKI Jakarta dan BRI Regional Office 1 Gelar Aksi Berbagi Takjil

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:11 WIB

Wujud Kepedulian Insan Pers, Forwaka Sumut dan Kabupaten/ Kota Berbagi Takjil Serentak ke Pengguna Jalan

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:01 WIB

BINUS @Kemanggisan Siapkan Generasi Inovator Digital Technology yang Siap Berkarier Lebih Awal

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:22 WIB

Hangatkan Suasana Ramadan, KAI Logistik Berbagi Ratusan Paket Berbuka Puasa

Berita Terbaru