SUCOFINDO Dorong Transformasi Pariwisata Kutai Barat melalui Penerapan SNI 9042:2021 CHSE

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 PT SUCOFINDO (PERSERO) menyelenggarakan Sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) (SNI 9042:2021 CHSE) bagi pelaku usaha pariwisata di Sendawar, Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata sekaligus mendukung pembangunan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Kutai Barat. Sosialisasi diikuti oleh pelaku usaha rumah makan, pengelola hotel dan penginapan, pengelola tempat hiburan, serta pengelola objek wisata. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, Sumardi, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Eden Suliyanto, serta narasumber dari PT SUCOFINDO (PERSERO), Gita Oktarina Eka Putri dan Finnuala Lovenka Q.

“Kabupaten Kutai Barat memiliki potensi pariwisata yang sangat besar untuk terus berkembang. Agar potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi daerah dan masyarakat, diperlukan penguatan kapasitas pelaku usaha melalui penerapan standar yang diakui secara global. Melalui kegiatan ini, SUCOFINDO hadir untuk mendukung transformasi sektor pariwisata daerah menuju pengelolaan yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan,” ujar Rony Wijaya selaku Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Samarinda.

Rony Wijaya menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga sertifikasi menjadi faktor penting dalam mewujudkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

“Kami berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal bagi semakin luasnya penerapan standar di sektor pariwisata Kutai Barat. Ketika standar telah menjadi budaya dalam pengelolaan usaha, maka kepercayaan wisatawan akan meningkat dan pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sumardi, mengapresiasi inisiatif PT SUCOFINDO (PERSERO) dalam memberikan sosialisasi SNI 9042:2021 CHSE kepada para pelaku usaha pariwisata di wilayahnya.

Baca Juga:  Bank Raya Dorong Mahasiswa dan UMKM Lebih Produktif lewat Pemanfaatan Bank Digital

“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus berupaya mendorong peningkatan kualitas layanan pariwisata agar mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, bertanggung jawab, dan berkelanjutan bagi wisatawan. Sosialisasi ini menjadi langkah yang sangat positif karena memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha mengenai standar yang perlu diterapkan dalam pengelolaan usaha pariwisata,” kata Sumardi.

Selama pelatihan berlangsung, Auditor and Risk Officer PT SUCOFINDO (PERSERO), Gita Oktarina Eka P, memaparkan perkembangan regulasi sektor pariwisata serta tahapan sertifikasi SNI 9042:2021 CHSE sebagai acuan dalam pengelolaan destinasi dan usaha pariwisata.

“Dalam dua hari ini, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai aspek-aspek yang menjadi fokus penilaian dalam SNI 9042:2021 CHSE, mulai dari pengelolaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, hingga kelestarian lingkungan. Selain itu, peserta juga dibekali informasi mengenai mekanisme sertifikasi dan perkembangan regulasi terbaru sektor pariwisata sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan dan daya saing destinasi wisata di Kabupaten Kutai Barat,” jelasnya.

Gita Oktarina Eka P menambahkan bahwa pemahaman yang baik terhadap persyaratan SNI 9042:2021 CHSE akan membantu pelaku usaha dalam mempersiapkan proses sertifikasi sekaligus memperkuat tata kelola usahanya.

Sebagai lembaga Testing, Inspection, and Certification (TIC) dan Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (LSUP), PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui berbagai layanan, seperti Sertifikasi Usaha Pariwisata, Sertifikasi Halal, Sertifikasi Hotel Berbintang, Sertifikasi Pariwisata Berkelanjutan berbasis Global Sustainable Tourism Council (GSTC), Sertifikasi Sistem Manajemen ISO, serta Pengujian Lingkungan dan Kualitas Air.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Indonesia–India: Membangun Kemitraan Ekonomi Hijau, Pariwisata, dan Kewirausahaan untuk Masa Depan Berkelanjutan
Temukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Stadion: Hisense Hadirkan Pengalaman FIFA World Cup 2026™ yang Lebih Inklusif Lewat Mobile Sensory Vehicles di 16 Kota Tuan Rumah
Bukan Cuma Nvidia, Micron Juga Jadi Pemenang Besar di Era AI
Kesepian Jadi Ancaman Kesehatan Global, Tapi Banyak Orang Tak Menyadarinya
Harga Emas Hari Ini Diprediksi Masih Melemah, Dupoin Futures Soroti Level 3.938
Tempati Kantor Baru, BP Tapera Siapkan Akad Massal 62.530 KPR Sejahtera FLPP di Batang
Bayar Listrik, Air, dan Internet dalam Satu Aplikasi, Lebih Praktis untuk Kebutuhan Bulanan
Gandeng Maia Estianty, PT Etos Kreatif Indonesia dan Yayasan Amal Bunda Berdayakan 250 Perempuan UMKM

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:32 WIB

Indonesia–India: Membangun Kemitraan Ekonomi Hijau, Pariwisata, dan Kewirausahaan untuk Masa Depan Berkelanjutan

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:31 WIB

Temukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Stadion: Hisense Hadirkan Pengalaman FIFA World Cup 2026™ yang Lebih Inklusif Lewat Mobile Sensory Vehicles di 16 Kota Tuan Rumah

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:31 WIB

Bukan Cuma Nvidia, Micron Juga Jadi Pemenang Besar di Era AI

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:51 WIB

Kesepian Jadi Ancaman Kesehatan Global, Tapi Banyak Orang Tak Menyadarinya

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:14 WIB

Harga Emas Hari Ini Diprediksi Masih Melemah, Dupoin Futures Soroti Level 3.938

Berita Terbaru