Tekanan Fundamental dan Sinyal Teknis Dukung Tren Bullish Emas

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) melanjutkan pergerakan stabilnya mendekati area $4.200 pada perdagangan awal pekan ini, dengan bias penguatan seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat. Pasar saat ini berada dalam mode “menunggu dan melihat” menjelang keputusan Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pada hari Rabu (10/12), sehingga volatilitas harga diperkirakan meningkat dalam beberapa sesi mendatang.

Pada penutupan sesi perdagangan Amerika Utara akhir pekan lalu, emas (XAU/USD) sempat menyentuh level tertinggi harian di $4.259 sebelum terkoreksi dan kembali ditransaksikan di sekitar $4.216. Meskipun mengalami retracement jangka pendek, posisi harga yang tetap berada di atas ambang psikologis $4.200 dianggap sebagai sinyal bahwa sentimen pasar masih condong pada sisi bullish.

Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menjelaskan bahwa indikator teknikal saat ini menunjukkan konsolidasi bullish. Kombinasi pola grafik candlestick dan posisi Moving Average memperlihatkan kecenderungan kenaikan masih aktif dan belum mengalami pelemahan signifikan. “Selama struktur harga terus bergerak di atas area $4.200, tren naik masih menjadi preferensi utama dalam jangka pendek,” ujar Andy.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sudut pandang teknikal, Andy merumuskan dua kemungkinan skenario harga hari ini. Untuk skenario pertama, jika dorongan bullish kembali menguat, maka XAU/USD diperkirakan mampu bergerak menuju target resistance terdekat di area $4.256. Namun, apabila terjadi penolakan harga atau reaksi pasar terhadap penguatan dolar jelang keputusan The Fed, harga berpotensi terkoreksi menuju level support $4.184.

Baca Juga:  Krakatau Steel Tekankan Peran Negara Sebagai Wasit dan Entrepreneur untuk Dongkrak Daya Saing Industri Baja Nasional

Secara fundamental, prospek emas saat ini didukung oleh meningkatnya spekulasi pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk merespons tanda-tanda perlambatan ekonomi. Data terbaru menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja AS, meski inflasi masih berada di atas target 2%. Penurunan suku bunga biasanya menjadi katalis positif bagi emas karena mengurangi biaya peluang bagi investor untuk menyimpan aset non-bunga tersebut.

Sentimen tambahan datang dari sisi permintaan global. Bank Sentral Tiongkok kembali meningkatkan cadangan emasnya selama 13 bulan berturut-turut, menambah total sebesar 30.000 troy ons. Tren akumulasi ini mencerminkan preferensi institusi moneter terhadap emas sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Meski demikian, beberapa faktor penekan harga tetap perlu diperhatikan. Kenaikan imbal hasil obligasi AS 10 tahun menjadi 4,141% serta ekspektasi inflasi yang mulai menurun dapat memperkuat dolar AS dan menahan laju kenaikan harga emas. Apabila dolar bergerak lebih kuat, emas berpotensi menghadapi hambatan pada level resistance teknikalnya.

Dengan demikian, pergerakan emas hari ini diperkirakan tetap sensitif terhadap berita fundamental dan respons pasar menjelang keputusan The Fed. Selama harga berada di area atas $4.200, peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka, namun potensi koreksi teknikal masih membayangi apabila pasar mulai mengantisipasi pernyataan hawkish dari bank sentral AS.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

Jaga Standar Global Perhotelan, SUCOFINDO kembali Serahkan Sertifikat Hotel Bintang 5 Berbasis Risiko di Bali
Sinergi Kebaikan, FKIJK DKI Jakarta dan BRI Regional Office 1 Gelar Aksi Berbagi Takjil
Wujud Kepedulian Insan Pers, Forwaka Sumut dan Kabupaten/ Kota Berbagi Takjil Serentak ke Pengguna Jalan
BINUS @Kemanggisan Siapkan Generasi Inovator Digital Technology yang Siap Berkarier Lebih Awal
Hangatkan Suasana Ramadan, KAI Logistik Berbagi Ratusan Paket Berbuka Puasa
Harga Emas Hari Ini Bergerak Volatil, Dupoin Futures Proyeksikan Target $5.231
Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja sebagai Instrumen Geopolitik, Krakatau Steel Tangkap Peluang Penguatan Industri Strategis Nasional
Jelang Puncak Lebaran, KAI Logistik Perkuat Kesiapan Operasional Layanan Pengiriman

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:49 WIB

Jaga Standar Global Perhotelan, SUCOFINDO kembali Serahkan Sertifikat Hotel Bintang 5 Berbasis Risiko di Bali

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:32 WIB

Sinergi Kebaikan, FKIJK DKI Jakarta dan BRI Regional Office 1 Gelar Aksi Berbagi Takjil

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:11 WIB

Wujud Kepedulian Insan Pers, Forwaka Sumut dan Kabupaten/ Kota Berbagi Takjil Serentak ke Pengguna Jalan

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:01 WIB

BINUS @Kemanggisan Siapkan Generasi Inovator Digital Technology yang Siap Berkarier Lebih Awal

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:22 WIB

Hangatkan Suasana Ramadan, KAI Logistik Berbagi Ratusan Paket Berbuka Puasa

Berita Terbaru