Medan,PostSumatera.id – Korban banjir di Medan Marelan Kota Medan mengaku kelaparan karena ketiadaan bahan pangan dan tak bisa beraktifitas. Mereka juga mengaku belum menerima bantuan dari Pemko Medan sejak 3 hari mengalami bencana banjir.
Terpantau media ini, Sabtu (28/11/2025) siang, rombongan Walikota Medan Rico Waas bersama Forkofimda Medan datang ke Jalan Kapten Rahmad Budin lingkungan 13 Kelurahan Terjun Medan Marelan.
Terpantau politisi Nasdem ini datang ke salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Kapten Rahmad Budin Kelurahan Terjun dan kediaman Anggota DPR Medan asal Partai Nasdem Saipul Bahri di Jalan Marelan I Lingk. 7 Kelurahan Terjun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun kehadiran pimpinan Kota Medan ini tak berdampak baik ke ribuan korban banjir. Warga terdampak banjir mengaku, tak ada bantuan apapun diberikan Rico Waas ke mereka.
“Ngapaianlah selfi sana sini, hilir mudik kesana kemari, tapi tak ada bantuan pangan dan obat-obatan yang diberikan,” kata Eko (32) warga Lingkungan 13 Kelurahan Terjun, Sabtu (28/11/2025) ditemui pinggir Sungai Bedera yang masih meluap.
Eko mengaku, tak ada bantuan yang mereka terima sejak Banjir melanda pemukiman mereka berakibat dia dan keluarga bersama ratusan tetangga mengungsi karena air meluluh lantakkan kediaman pria muda ini. “Tidak ada efeknya mereka (Walikota Medan,red) datang kemari,” katanya.
Dia menyampaikan harapannnya ke Presiden Prabowo Subianto agar memerintahkan bawahannya agar segera membantu masyarakat terdampak banjir.
Mauliana Nasution (42) warga Lingkungan 13 Kelurahan Terjun yang rumahnya terdampak parah banjir sempat mengejar Walikota Medan ke salah satu SPPG didatangi Walikota Medan. Namun Ibu ini tak bertemu Rico Waas, karena telah pergi.
Kepada media ini, Maulina juga mengaku belum menerima bantuan apapun dari Pemko Medan. Dia dan keluarga hanya makan mie instan dan telur saja karena tak memiliki uang lagi. “Kami sekarang ini Cuma bisa makan mie instan dan telur. Tak ada uang kami lagi Pak. Bantu kami pak,” katanya memelas.
Teriakan lapar dan tak memiliki bahan pangan lagi juga disampaikan puluhan emak-emak warga Kelurahan Terjun di depan SMAN 16 Medan. Para Ibu Ibu ini mengaku kelaparan karena kehabisan stok makanan. “Kami lapar pak. Kerabat kami pun sakit. Banjir belum surut. Bantu kami pak,” jerit Ibu ibu itu kepada media ini.
5 RIBU KORBAN BANJIR DIBANTU 30 BUNGKUS NASI
Sumber media ini dari ASN Pemko Medan, sekitar 5 ribu jiwa korban banjir di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan hanya menerima bantuan 30 nasi bungkus sejak bencana terjadi Rabu malam (26/11/2025).
Sumber menyebutkan, pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB, Kepala BPBD Medan Yunita Sari bersama rombongan berkunjung ke Kantor Kelurahan Terjun dan memyerahkan 30 bungkus nasi untuk korban banjir.
Sumber menyebutkan, bahkan Camat Medan Marelan Zulkifli Pulungan seakan tak peduli dengan nasib bawahannya yang terdampak banjir yang terjebak di rumah masing-masing dengan loss akses listrik dan telemunikasi.
KEMBALI BUNGKAM
Tak satu patah katapun diterima media ini dari pejabat Pemko Medan. Walikota Medan Rico Waas, Kepala BPBD Medan Yunita Sari dan Camat Medan Marelan Zulkifli Pulungan mendadak bungkam saat dikonfirmasi media, Sabtu (29/11/2025) via pesan Whats App mereka.
APH DIMINTA PERIKSA DANA PENANGGULANGAN BENCANA
Dugaan tak mengucurnya bantuan makanan dan obat-obatan pada korban banjir di Kelurahan Terjun Medan Marelan membuat Ketua Umum Forum Komunikasi Suara Masyarakat (FKSM) Sumut Irwansyah Ginting geram.
Kepada media ini, Sabtu (29/11/2025) sore, Aktivis dikenal vokal dan telah banyak melaporkan kasus Tindak Pidana Korupsi ini meminta Aparat Penegak Hukum memeriksa dana penanggulangan bencana di Kota Medan.
Irwansyah Ginting mengkhawatirkan, tak turunnya bantuan Pemko Medan ke masyarakat akibat tak ada lagi dana penanggulangan bencana di Kas Pemko Medan. “Dugaan saya, dana penanggulangan bencana untuk bantuan dan lainnya pada korban banjir tak ada lagi di Kas Pemko Medan. Pemko Medan mungkin tak ada duit lagi?,” tudingnya.
Guna mendeteksi hal-hal tak diinginkan, FKSM Sumut meminta APH segera melakukan pengumpulan keterangan dan data guna menghindari bertambahnya penderitaan jutaan korban banjir di Kota Medan.
HARAPKAN DISTRIBUSI OBAT DAN MAKANAN
Menanggapi jeritan korban banjir yang mengaku lapar dan belum menerima bantuan dari Pemko Medan, Wakil Ketua DPRD Medan H Rajudin Sagala SpdI meminta Pemko Medan mendistribuskan makanan, pakaian dan obat-obatan.
“Setelah air banjir yg melanda Kota Medan terparah ada bbrp titik diantaranya spt Belawan, Marelan, Medan Deli, Medan Helvetia ini sdh memasuki hari ke 3 pengakuan warga setempat tak kunjung juga tiba bantuan dlm bentuk apapun pd mrk, kondisi warga makin memperihatinkan, diharapkan pemko segera menyikapi terutama mendistribusikan makanan, pakaian & obat²an,” kata Ustad Rajudin, Sabtu (29/11/2025) dalam keterangan persnya.
Politisi PKS ini juga meminta pemerintah mengantisipasi kelaparan dan timbulnya penyakit pada lansia agar korban banjir bisa tenang.
“Segera turun lgs ke titik terdampak sembari mendata warga yg hrs sgr dievakuasi ke titik yg lbh aman agar mrk bisa semakin tenang, terhindar dari kelaparan & penyakit terutama para lansia, ibu hamil & bayi serta anak²,” paparnya.
Pemko melalui Dinas terkait, lanjutnya, harus bisa memastikan layanan kesehatan di puskesmas, klinik dan rumah sakit yang bejerjasama dengan provider BPJS sewaktu-waktu warga butuh layanan cepat akibat musibah banjir tersebut.
Dihimbaunya, Pemko diharapkan segera berkoordinasi dan mengaktifkan lebih intensif pada PLN karena masih ada rumah warga lampunya padam, ke PDAM Tirtanadi agar air tetap mengalir serta Dinas Lingkungan Hidup segera mengangkut tumpukan sampah pasca banjir.
“Saat seperti inilah pemerintah harus gerak cepat memberikan layanannya pada masyarakatnya yang sedang membutuhkan, sehingga masyarakat tetap merasa diperhatikan,” pungkasnya.
Pantauan media ini, Sabtu (29/11/2025) banjir masih menggenangi rumah warga di Kelurahan Terjun berdampak ribuan korban banjir belum bisa beraktifitas dengan baik guna mendapatkan nafkah.
Jalan Marelan I, Jalan Kapten Rahmad Budin, Gang Pipa dn puluhan lokasi pemukiman lain di Kelurahan Terjun masih terlihat genangan air tinggi.
Penulis :rel
Editor :redaksi









