Menteri PU Tinjau Perbaikan Infrastruktur Rusak Akibat Banjir di Nagekeo, NTT

- Penulis

Jumat, 19 September 2025 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagekeo-NTT, 19 September 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan ini memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan untuk memulihkan akses dan memperlancar distribusi logistik bagi warga terdampak.

Banjir yang dipicu
hujan deras sejak 8 September 2025 lalu tidak hanya merusak infrastruktur,
tetapi juga menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat. Sejumlah rumah,
kendaraan, dan ternak hanyut terbawa arus deras. Bencana ini juga memakan
korban jiwa, dengan data sementara mencatat enam orang meninggal dunia dan tiga
orang lainnya masih dalam pencarian.

Kerusakan paling
signifikan terjadi pada infrastruktur jembatan. Tercatat delapan jembatan
mengalami rusak berat, dua di antaranya bahkan terputus total, yakni Jembatan
Teodhae 1 dan Teodhae 2 di Desa Sawu. Putusnya kedua jembatan ini melumpuhkan
akses vital yang menghubungkan warga Desa Sawu dengan Mauponggo, ibu kota
kecamatan setempat.

Dalam kunjungannya
langsung ke Nagekeo, Jumat (19/9/2025), Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan
komitmen pemerintah untuk penanganan yang cepat dan maksimal.

“Bencana ini harus
kita tanggulangi secara maksimal dan secepat-cepatnya karena yang terdampak
adalah masyarakat,” ujar Menteri Dody. “Untuk jembatan yang terputus (Teodhae 1
dan 2) akan dipasangkan jembatan bailey agar proses rehabilitasi bisa dipercepat.
Ke depannya akan dibuat Sabo DAM pada bagian hulu sungai supaya kejadian
seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang,” tambah Menteri Dody.

Sebagai respons
tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN)
NTT, Direktorat Jenderal Bina Marga, telah mengerahkan sejumlah alat berat ke
lokasi bencana. Armada tersebut terdiri dari lima unit ekskavator, empat dump
truck, dan satu truck crane. Di lapangan, tim juga telah memasang rambu-rambu
peringatan di titik-titik rawan serta mulai membangun bronjong untuk menahan
erosi lebih lanjut.

Baca Juga:  Kembali ke Akar, PERURI Bestari Festival 2025 Respon Isu Sosial dan Lingkungan dengan Cara Ringan dan Inspiratif

Langkah cepat
pemerintah pusat ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Bupati Nagekeo,
Simplisius Donatus, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang
diberikan.

“Kehadiran Bapak
Menteri hari ini membuktikan negara melalui Kementerian PU hadir ketika rakyat
Nagekeo sedang kesulitan. Selain itu dengan hadirnya Bapak Menteri membuktikan
juga bahwa Nagekeo tidak sendirian,” kata Bupati Simplisius.

Untuk mempercepat
pemulihan konektivitas, BPJN NTT bersinergi dengan tim TNI dari Kodam Udayana
untuk membangun jembatan bailey darurat. Jembatan Teodhae 1 yang memiliki
panjang 30 meter dikerjakan oleh BPJN NTT, sementara Jembatan Teodhae 2 dengan
panjang yang sama dikerjakan oleh Tim Kodam Udayana.

Saat ini, pekerjaan difokuskan
pada Jembatan Bailey Teodhae 1. Proses yang sedang berjalan meliputi penggalian
untuk abutmen atau kepala jembatan, perakitan kawat bronjong sebagai dudukan
jembatan, serta mobilisasi 2.700 kawat bronjong. Pekerjaan fondasi ini
ditargetkan rampung pada minggu keempat September 2025.

Melalui kerja sama
dengan pemerintah daerah, aparat setempat, dan seluruh elemen masyarakat,
Kementerian PU terus bekerja cepat memperbaiki infrastruktur di Kabupaten
Nagekeo. Diharapkan, dengan pulihnya seluruh jalur strategis dan fasilitas
publik berdampak positif bagi mobilitas warga dan roda perekonomian daerah
segera bergerak kembali.

Program kerja ini merupakan bagian dari
“Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari
Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Bobby Nasution : Gerindra Adalah Rumah Yang Tepat Mencapai Cita-Cita Bangsa Indonesia
Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang
Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA
Tutup PKN Tingkat II Angkatan XII, Wagub Sumut Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Integritas
Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten
Sukses Menggelar Lelang Aset Serentak Tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Raih Prestasi Sebagai Peringkat Ke-2 Kejaksaan Tinggi Terbaik
Wakili Kajati Sumut, Koordinator Pidsus Hadiri Pelantikan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sumut
Wakajati Sumut Hadir Sebagai Penguji Seminar BPSDM Sumut Bahas Program PKN Tingkat II

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Bobby Nasution : Gerindra Adalah Rumah Yang Tepat Mencapai Cita-Cita Bangsa Indonesia

Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang

Selasa, 29 September 2026 - 16:45 WIB

Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA

Jumat, 25 September 2026 - 20:58 WIB

Tutup PKN Tingkat II Angkatan XII, Wagub Sumut Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Integritas

Jumat, 25 September 2026 - 18:06 WIB

Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten

Berita Terbaru