Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Dongkrak Harga Emas

- Penulis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAUUSD) terus mencuri perhatian pelaku pasar global seiring meningkatnya ketidakpastian politik dan fiskal di Amerika Serikat. Ancaman shutdown pemerintah AS yang kian dekat memicu kekhawatiran investor terhadap keterlambatan rilis data ekonomi penting. Situasi ini memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai utama. Meski demikian, bila risiko shutdown bisa dihindari atau diselesaikan lebih cepat, sebagian premi risiko berpotensi menghilang, sehingga bisa memunculkan tekanan jual jangka pendek pada logam mulia ini.

Menurut Andy Nugraha, analis Dupoin Futures Indonesia, kekuatan teknikal emas masih berada di jalur positif. “Selama tekanan beli terus terjaga, peluang emas untuk menembus level psikologis $4.000 per troy ons terbuka lebar pada minggu depan,” paparnya. Namun, Andy juga mengingatkan adanya potensi koreksi. “Jika terjadi reversal dan harga turun menembus $3682, maka ruang pelemahan bisa meluas hingga $3600,” tambahnya.

Faktor fundamental turut mendukung reli emas. Pasar kini semakin yakin Federal Reserve (The Fed) akan beralih ke sikap dovish. Data tenaga kerja dari ADP mencatat penurunan 32.000 pekerja pada September, menjadi sinyal perlambatan ekonomi. Kondisi ini membuat investor memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang. Langkah itu menekan imbal hasil obligasi AS dan memperlemah dolar, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak menawarkan imbal hasil tetap.

Baca Juga:  Bawa Misi Kebersamaan & Dukung Program Gubernur, Puluhan Wartawan Antar Syaifullah Maju Sebagai Ketua FWP 

Reuters melaporkan bahwa pelemahan indeks dolar menjadi salah satu motor penggerak reli emas belakangan ini. Para pelaku pasar melihat kombinasi kebijakan moneter yang lebih longgar dan ketidakpastian fiskal AS membuka ruang besar bagi emas untuk melanjutkan penguatan. Namun, risiko tetap ada. Jika data inflasi atau ketenagakerjaan berikutnya keluar lebih kuat dari perkiraan, imbal hasil obligasi berpotensi kembali naik dan menekan harga emas.

Selain faktor AS, ketidakpastian geopolitik global turut menopang tren emas. Konflik internasional yang belum mereda membuat investor institusional maupun ritel semakin aktif menjadikan emas sebagai instrumen hedge untuk melindungi portofolio mereka.

Secara teknikal, pergerakan emas saat ini cenderung konsolidatif di area menengah. Level $3682 dipandang sebagai titik penentu arah. Bertahan di atas area tersebut menjaga bias bullish dengan target menuju $4.000. Sebaliknya, bila level itu ditembus ke bawah, emas rawan terkoreksi lebih dalam hingga $3600.

Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental mulai dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, pelemahan dolar, hingga ketidakpastian fiskal dan geopolitik prospek emas dalam jangka pendek masih condong positif. Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi. Bagi investor, disiplin manajemen risiko menjadi hal yang mutlak, agar bisa memanfaatkan peluang bullish tanpa terjebak koreksi tajam.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang
Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA
Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten
Sukses Menggelar Lelang Aset Serentak Tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Raih Prestasi Sebagai Peringkat Ke-2 Kejaksaan Tinggi Terbaik
Wakili Kajati Sumut, Koordinator Pidsus Hadiri Pelantikan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sumut
Wakajati Sumut Hadir Sebagai Penguji Seminar BPSDM Sumut Bahas Program PKN Tingkat II
Dewan Pakar GNPP Sumut : Ali Amran Tanjung Layak Jadi Menteri Agama RI
Mangkir Saat Dipanggil, Kejati Sumut Jadwalkan Panggilan Kedua Akuang

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang

Selasa, 29 September 2026 - 16:45 WIB

Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA

Jumat, 25 September 2026 - 18:06 WIB

Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten

Jumat, 25 September 2026 - 14:07 WIB

Sukses Menggelar Lelang Aset Serentak Tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Raih Prestasi Sebagai Peringkat Ke-2 Kejaksaan Tinggi Terbaik

Jumat, 25 September 2026 - 13:53 WIB

Wakili Kajati Sumut, Koordinator Pidsus Hadiri Pelantikan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sumut

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Gubsu Bahas Percepatan Rumah Subsidi Bersama DPR dan Pengembang

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:37 WIB