Sumut Surplus Bahan Pangan, Bukti Kerja Kolaboratif Gubernur Bobby

- Penulis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan,PostSumatera.id – Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pangan (JASKOP) di Sumut menjadi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Bobby Nasution. Bahan pangan yang mencatatkan surplus di sejumlah komoditi, merupakan bukti kerja kolaboratif yang dijalankan Bobby Nasution.

Informasi dihimpun, Jumat 30/10/225, sejumlah harga bahan pangan terutama komoditi cabai merah mengalami penurunan setelah sempat meroket tinggi beberapa waktu lalu.
Dan di sisi lain, sesungguhnya ketersediaan bahan pangan seperti beras dan cabai merah periode Januari-September 2025 berada pada kondisi surplus.
Pada periode itu, produksi setara beras di Sumut sebanyak 1.754.689 ton. Kebutuhan 1.288.609 ton. Artinya surplus 466.080 ton.
Dan proyeksi Oktober 2025, konversi beras 145.632 ton, untuk kebutuhan 145.534 ton. Surplus tipis 98 ton.
Bergeser ke cabai merah. Periode Januari sampai September 2025, produksi 183.846 ton. Sedangkan kebutuhan 91.085 ton. Surplus 92.760 ton.

Dan untuk proyeksi Oktober 2025, produksi cabai merah 17.152 ton, sedangkan kebutuhan 10.247 ton. Artinya surplus 6.904 ton.
Rencana panen cabai sudah dijadwalkan 27 Oktober sampai 10 Novembet 2025 untuk
menjaga kontinuitas pasokan.
“Dari proyeksi dan catatan surplus itu menggambarkan bahwa kerja kolaboratif Gubsu kita tidak sekedar slogan. Tinggal bagaimana instansi terkait menjaga kestabilan ini ke depan,” kata Peneliti Lembaga Kajian Masyarakat Marginal (LKMM), Ika Anshari.
Menurutnya, kunci surplus itu terletak pada langkah sinergitas dan kolaborasi Bobby Nasution dengan pemerintah kabupaten/kota menjaga stabilitas ketersediaan pangan.
Ditambah lagi sejumlah faktor pendukung produksi bahan pangan di Sumut sangat memadai.
“Ketersediaan air menurut BMKG cukup baik hingga Desember 2025, ini tentu mendukung pola tanam. Maka itu pemantauan stok harus dilakukan secara berkala oleh TPID dan dinas terkait,” tukas Ika Anshari.
Terpisah, mahasiswa Ekonomi UMSU Baginda Siregar menilai bahwa ketersediaan stok pangan ini harus mendapat perhatian penuh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut. Hal itu dimaksudkan memperkuat kerja-kerja kolaboratif Bobby Nasution dan menutup celah oknum mafia mempermainkan harga pasar.
“Kondisi saat ini surplus cabai merah. Namun kemarin harganya naik meskipun kini trennya menurun. Kami mensinyalir ada mafia yang mau mengambil keuntungan besar dari upaya-upaya anomali harga ini,” kata Baginda.
Menurutnya, keuntungan besar yang dicari mafia-mafia tersebut, bukan hanya pada keuntungan ekonomi, tapi juga politik.
“Keuntungan politik sudah pasti. Sebab situasi beberapa hari lalu (harga cabai naik dan inflasi) mengarah pada kinerja Pemprov Sumut. Kita harus mewaspadai mafia mafia yang justeru makin menyulitkan rakyat kita sendiri,” ujar Baginda.
Dia mendorong Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumut mencermati situasi ini. Apalagi di dalam TPID sendiri ada unsur kepolisian yang bisa langsung menindak ulah mafia tersebut.
Sebelumnya juga, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Kombes Ferry Walintukan menegaskan pihaknya tak akan tinggal diam menghadapi praktik spekulatif yang membuat harga cabai meroket di pasar-pasar tradisional.
“Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus, unit Industri dan Perdagangan, sudah lama membentuk Satgas Pangan,” ujar Ferry di Medan, Senin malam, (27/10/2025) malam.

Baca Juga:  Pelindo Multi Terminal Group Tanam 11.000 Mangrove Bawa Manfaat Bagi Masyarakat

Biasanya, lanjut dijelaskan Ferry, satgas ini menangani persoalan beras, jagung, dan bahan pokok lainnya.

“Sekarang kami fokus pada cabai. Pengawasan tengah digencarkan di sejumlah daerah yang menjadi sentra produksi dan distribusi cabai,” jelas Kabid Humas.

Menurut Ferry, polisi menelusuri potensi adanya permainan harga dan dugaan penimbunan.

“Untuk masalah cabai yang naik atau langka, kami sedang melakukan pemantauan intensif,” tegasnya.

Penulis : rel

Editor : redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang
Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA
Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten
Sukses Menggelar Lelang Aset Serentak Tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Raih Prestasi Sebagai Peringkat Ke-2 Kejaksaan Tinggi Terbaik
Wakili Kajati Sumut, Koordinator Pidsus Hadiri Pelantikan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sumut
Wakajati Sumut Hadir Sebagai Penguji Seminar BPSDM Sumut Bahas Program PKN Tingkat II
Dewan Pakar GNPP Sumut : Ali Amran Tanjung Layak Jadi Menteri Agama RI
Mangkir Saat Dipanggil, Kejati Sumut Jadwalkan Panggilan Kedua Akuang

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang

Selasa, 29 September 2026 - 16:45 WIB

Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA

Jumat, 25 September 2026 - 18:06 WIB

Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten

Jumat, 25 September 2026 - 14:07 WIB

Sukses Menggelar Lelang Aset Serentak Tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Raih Prestasi Sebagai Peringkat Ke-2 Kejaksaan Tinggi Terbaik

Jumat, 25 September 2026 - 13:53 WIB

Wakili Kajati Sumut, Koordinator Pidsus Hadiri Pelantikan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sumut

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Gubsu Bahas Percepatan Rumah Subsidi Bersama DPR dan Pengembang

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:37 WIB