Suku Bunga AS Turun, Harga Bitcoin Bisa Tembus Rp2 Miliar Lagi?

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 18 September 2025 – Harga Bitcoin (BTC) bergerak relatif stabil dan cenderung naik tipis setelah Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,25%–4,50% pada Rabu (17/9) waktu AS. Langkah ini merupakan pemangkasan pertama sejak Desember 2024, di tengah kekhawatiran melemahnya pasar tenaga kerja dan tekanan inflasi yang berkelanjutan.

Berdasarkan data Tokocrypto, enam jam setelah pengumuman, Bitcoin sempat diperdagangkan mendekati US$117.000 atau sekitar Rp1,93 miliar (kurs dolar AS Rp16,521) sebelum kembali terkoreksi tipis ke US$116.600. Sepanjang 24 jam terakhir, harga BTC tercatat stagnan dengan kecenderungan positif sekitar 1,6%.

Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam konferensi pers menekankan bahwa keputusan pemangkasan dilakukan sebagai langkah “manajemen risiko” akibat tanda-tanda pelemahan ekonomi, termasuk revisi ke bawah 900.000 lapangan kerja dalam setahun terakhir. Powell juga memberi sinyal terbuka untuk pemangkasan lanjutan jika data ekonomi melemah.

Optimisme Pasar Kripto

Meski reaksi pasar kripto terlihat terbatas, sejumlah analis menilai kebijakan moneter yang lebih longgar berpotensi mendorong penguatan Bitcoin hingga akhir tahun. Permintaan tambahan dari produk investasi seperti obligasi perusahaan dan ETF Bitcoin juga dipandang menjadi katalis positif.

Produk ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus masuk bersih sebesar 20.685 BTC pada pekan lalu, tertinggi sejak Juli 2025. Hal ini meningkatkan total kepemilikan ETF menjadi 1,32 juta BTC, menandakan sentimen institusional yang semakin kuat.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai stabilitas harga Bitcoin pasca keputusan The Fed menunjukkan bahwa pasar sudah mengantisipasi pemangkasan tersebut. Menurutnya, fokus investor kini bergeser pada arah kebijakan selanjutnya.

Baca Juga:  Diduga Pria Berambut Cepak Jaga Judi Tembak Ikan di Yanglim Plaza dan Komplek Asia Mega Mas

“Pemangkasan ini memang tidak memberi lonjakan harga instan, karena sebagian besar sudah diperhitungkan pasar. Namun, jika The Fed kembali menurunkan suku bunga pada pertemuan berikutnya, maka likuiditas global akan meningkat dan berpotensi mendorong Bitcoin menembus level resistance baru di kisaran US$120.000 atau sekitar Rp1,98 miliar,” ujar Fyqieh.

Riwayat pergerakan Bitcoin menunjukkan bahwa pemotongan suku bunga tidak selalu berujung pada reli harga. Justru, euforia pasar kerap diikuti aksi jual besar-besaran. Terakhir kali The Fed memangkas suku bunga pada 18 Desember 2024, harga Bitcoin berada di sekitar US$106.000 sebelum merosot 30% dalam beberapa minggu berikutnya. Kini, dengan BTC kembali bertengger di atas US$117.000, para pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap potensi terulangnya pola serupa.

Fyqieh menambahkan, tren arus masuk ke ETF Bitcoin spot dapat menjadi faktor penentu pergerakan jangka menengah. “Minat institusi lewat ETF menjadi bukti bahwa Bitcoin semakin dilihat sebagai aset lindung nilai terhadap pelemahan dolar dan inflasi. Selama sentimen makro tetap dovish, ruang kenaikan BTC masih terbuka lebar,” katanya.

The Fed memproyeksikan suku bunga bisa turun ke 3,6% pada akhir 2025, dengan kemungkinan dua kali pemangkasan tambahan dalam beberapa bulan ke depan. Jika proyeksi ini terealisasi, aset berisiko termasuk kripto diperkirakan akan mendapat dorongan positif.

Namun, ketidakpastian geopolitik dan tekanan politik domestik di AS tetap menjadi variabel yang perlu dicermati investor. Dalam kondisi ini, Bitcoin dipandang berperan ganda: sebagai aset spekulatif dengan potensi pertumbuhan, sekaligus sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko makroekonomi.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang
Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA
Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten
Sukses Menggelar Lelang Aset Serentak Tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Raih Prestasi Sebagai Peringkat Ke-2 Kejaksaan Tinggi Terbaik
Wakili Kajati Sumut, Koordinator Pidsus Hadiri Pelantikan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sumut
Wakajati Sumut Hadir Sebagai Penguji Seminar BPSDM Sumut Bahas Program PKN Tingkat II
Dewan Pakar GNPP Sumut : Ali Amran Tanjung Layak Jadi Menteri Agama RI
Mangkir Saat Dipanggil, Kejati Sumut Jadwalkan Panggilan Kedua Akuang

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang

Selasa, 29 September 2026 - 16:45 WIB

Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA

Jumat, 25 September 2026 - 18:06 WIB

Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten

Jumat, 25 September 2026 - 14:07 WIB

Sukses Menggelar Lelang Aset Serentak Tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Raih Prestasi Sebagai Peringkat Ke-2 Kejaksaan Tinggi Terbaik

Jumat, 25 September 2026 - 13:53 WIB

Wakili Kajati Sumut, Koordinator Pidsus Hadiri Pelantikan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sumut

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Gubsu Bahas Percepatan Rumah Subsidi Bersama DPR dan Pengembang

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:37 WIB