Kementerian PU Tingkatkan Pembangunan Irigasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Program P3TGAI

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa, 24 September 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus meningkatkan pelaksanaan program padat karya Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Program ini menjadi langkah nyata untuk membangun dan memperbaiki saluran irigasi sekaligus memberdayakan masyarakat desa, sejalan dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Program P3TGAI tidak hanya
berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadikan petani sebagai motor
penggerak utama. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, dua manfaat
program ini dapat dirasakan langsung, infrastruktur pertanian membaik dan ekonomi
lokal bergerak.

“P3TGAI bukan hanya membangun
saluran irigasi, tetapi juga memberdayakan masyarakat desa. Petani menjadi
pelaku sekaligus penerima manfaat, sehingga mereka merasakan langsung hasil
kerja kerasnya,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Pada Tahun Anggaran 2025,
pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp1,8 triliun untuk membiayai program
P3TGAI di 8.000 lokasi di seluruh Indonesia. Salah satu wilayah yang menjadi
fokus adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dikenal sebagai salah
satu sentra pertanian nasional.

Untuk Tahap 1 di NTB, program
P3TGAI tersebar di 282 lokasi dengan target penyerapan tenaga kerja mencapai
3.980 orang. Berdasarkan data e-monitoring per 23 September 2025, realisasi
pekerjaan fisik di NTB rata-rata telah melampaui 70%. Serapan tenaga kerja juga
telah memenuhi target sebanyak 3.980 orang, atau setara dengan 119.370 Hari
Orang Kerja (HOK).

Kepala Balai Besar Wilayah
Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I, Eka Nugraha Abdi, menegaskan bahwa P3TGAI
dirancang sepenuhnya untuk masyarakat. Menurutnya, program ini membuka lapangan
kerja di desa melalui sistem padat karya, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan
pangan dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Kegiatan P3TGAI ini murni
untuk masyarakat, dan Balai hanya melakukan pemantauan. Pengelolaan maupun
pengerjaannya dilakukan langsung oleh masyarakat, sehingga manfaatnya lebih
terasa,” ujar Eka Nugraha.

Baca Juga:  82% Target Net Zero Tidak Terverifikasi saat Data Emisi Scope 3 Menjadi Isu Kritis dalam Strategi Iklim Korporasi

Manfaat program ini dirasakan
langsung di tingkat desa, seperti di Desa Perung, Kecamatan Penyuk, NTB. Kepala
Desa Perung, Syafruddin, mengungkapkan bahwa program ini membawa perubahan
besar bagi warganya.

“Lebih dari 75 persen dari
total 3.074 jiwa warga kami adalah petani, dengan lahan pertanian sekitar 300
hektare. Dulu setiap musim tanam kami harus gotong royong memperbaiki saluran
tanah yang sering jebol. Sekarang saluran sudah permanen dengan pasangan batu,
jauh lebih terjamin,” tutur Syafruddin.

ciWujud program P3TGAI di desa
Perung yaitu berupa pengerjaan saluran irigasi tersier dari saluran tanah
menjadi saluran pasangan batu sehingga lebih awet di kemudian hari. Rata-rata
saluran yang dibangun memiliki panjang 300 meter dengan masa pengerjaan sekitar
75 hari.

Suwardi, salah seorang petani
di Desa Perung, tidak hanya merasakan manfaat dari aliran air yang lebih
lancar, tetapi juga mendapatkan penghasilan tambahan. Ia ikut bekerja sebagai
tukang dalam proyek pembangunan saluran di desanya.

“Sebelum ada pasangan batu, air
selalu merembes ke kiri-kanan, jadi banyak yang terbuang. Sekarang aliran lebih
lancar sampai sawah. Alhamdulillah saya juga dapat tambahan penghasilan dari
kerja sebagai tukang di proyek ini,” kata Suwardi.

Kementerian PU sendiri terus
berkomitmen meningkatkan pelaksanaan program P3TGAI di seluruh Indonesia karena
selain membangun infrastruktur saluran irigasi yang vital untuk pertanian,
program P3TGAI ini sekaligus dapat memberdayakan masyarakat desa dan meningkatkan
perekonomian mereka.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang
Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA
Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten
Sukses Menggelar Lelang Aset Serentak Tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Raih Prestasi Sebagai Peringkat Ke-2 Kejaksaan Tinggi Terbaik
Wakili Kajati Sumut, Koordinator Pidsus Hadiri Pelantikan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sumut
Wakajati Sumut Hadir Sebagai Penguji Seminar BPSDM Sumut Bahas Program PKN Tingkat II
Dewan Pakar GNPP Sumut : Ali Amran Tanjung Layak Jadi Menteri Agama RI
Mangkir Saat Dipanggil, Kejati Sumut Jadwalkan Panggilan Kedua Akuang

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang

Selasa, 29 September 2026 - 16:45 WIB

Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA

Jumat, 25 September 2026 - 18:06 WIB

Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten

Jumat, 25 September 2026 - 14:07 WIB

Sukses Menggelar Lelang Aset Serentak Tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Raih Prestasi Sebagai Peringkat Ke-2 Kejaksaan Tinggi Terbaik

Jumat, 25 September 2026 - 13:53 WIB

Wakili Kajati Sumut, Koordinator Pidsus Hadiri Pelantikan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sumut

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Gubsu Bahas Percepatan Rumah Subsidi Bersama DPR dan Pengembang

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:37 WIB