Post Sumatera                            Dari Mushola Terlantar ke Pusat Peradaban, Kisah Inspiratif Ustadz Soleh dan Inovasi “Jajan Berkah” di Pakpak Bharat

 

Dari Mushola Terlantar ke Pusat Peradaban, Kisah Inspiratif Ustadz Soleh dan Inovasi “Jajan Berkah” di Pakpak Bharat

- Penulis

Jumat, 19 September 2025 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salak, Postsumatera.id – Sebuah perjalanan inspiratif terjadi di Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak. Mushola At Taubah yang nyaris roboh dan sepi jamaah, kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas keagamaan yang gemuruh, berkat ketekunan dan visi seorang pria berhati mulia, Muhammad Soleh.

Kisah kebangkitan ini menarik perhatian Plt. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salak, Muhammad Zulpikar Harahap, S.H., yang menyempatkan kunjungan pada Rabu (17/9/2025) di tengah kesibukannya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya KUA mendorong prinsip keilmuan dan inovasi dalam tata kelola masjid dan mushola.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mushola At Taubah adalah hibah dari almarhum Patut James Manik (PJ Manik), seorang pendakwah yang tak kenal lelah. Namun, sepeninggalnya, bangunan papan itu lapuk, terlantar, dan hampir roboh. Jamaah yang awalnya 20 kepala keluarga (KK) nyaris sirna pada 2023. Tidak ada lagi sholat berjamaah yang terdengar.

“Saya merasa terpanggil dan sedih melihatnya,” ujar Ustadz Soleh, yang kemudian merangkul warga untuk menghidupkan kembali mushola tersebut.

Menjadi Ketua Badan Kemakmuran Mushola (BKM) bukan perkara mudah. Dengan tekad bulat, ia menjalin jejaring dengan berbagai pihak, baik lokal maupun organisasi dakwah luar daerah, untuk mewujudkan visi besarnya: “Menjadikan Masjid sebagai Pusat Peradaban Manusia” dan suatu saat nanti mengubah mushola ini menjadi masjid yang mendunia.

Kunci transformasi ini adalah pemanfaatan teknologi digital. Ustaz Soleh, dengan semangatnya yang tak pudar, aktif membagikan setiap kegiatan di media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan melalui website resmi.

“Bermimpi itu tidak bayar, kenapa tidak? Asal diikuti aktualisasi, kesabaran, dan kemauan,” tuturnya membagikan kunci sukses.

Namun, yang paling menyentuh adalah inovasi program sosialnya untuk memakmurkan jamaah. Mushola At Taubah meluncurkan program “Jajan Berkah” dan “Sembako Berkah”:
Ustad Soleh menjelaskan, konsep Jajan Berkah yaitu, setiap anak yang hadir sholat berjamaah Maghrib, Isya, dan Subuh mendapat insentif Rp 25.000.

Baca Juga:  KAI Daop 2 Bandung Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Perubahan Musim

Kehadiran mereka dicatat dengan sistem absensi yang rapi. Sembako Berkah, Setiap pasangan suami-istri yang aktif berjamaah secara mingguan mendapat satu tabung gas 3 kg dan 1 kg gula.

“Program ini bukan sekadar memberi, tetapi membangun kebiasaan dan kemakmuran berjamaah dari anak-anak hingga dewasa,” ucapnya

Untuk meyakinkan donatur, Ustaz Soleh memasang CCTV yang bisa dipantau publik. Setiap pengajian dan kegiatan ibadah disiarkan dan dibagikan secara transparan. Hal ini membuat donasi mengalir dari mana saja, dari hamba-hamba Allah yang tergerak.

Bahkan, yang luar biasa, konten TikTok yang dikelolanya telah menghasilkan “pundi-pundi receh” yang digunakan untuk membiayai semua programnya.

Saat dikunjungi Kepala KUA dan penghulu CPNS, beliau menunjukkan bagaimana media sosialnya sudah menghasilkan untuk kemasjidan.
Di usianya yang telah memasuki kepala lima, Ustaz Soleh adalah pribadi yang visioner dan dermawan.

Ia mewakafkan dirinya sepenuhnya untuk mencetak insan yang senang beribadah. Tantangan, fitnah, dan cemoohan dihadapinya dengan santai dan ikhlas. Keyakinannya teguh: “Allah ada bersamanya.”

Tamu dari luar daerah pun silih berganti datang untuk membantu perjuangannya. Semua motivasi ini dijadikannya sebagai motor untuk selalu menebar kebaikan.
Kisah Ustaz Soleh adalah bukti bahwa usia bukan halangan untuk berinovasi dan berbuat besar.

Perjuangannya adalah inspirasi nyata bahwa dengan kemauan, keikhlasan, dan sedikit kreativitas digital, siapa pun bisa memakmurkan rumah Allah dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Penulis :Andry

Editor :Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

Indonesia Kehilangan Momentum di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia
Affiliate dan Partnership: Peluang Penghasilan Tambahan di Era Digital
KAI Daop 4 Semarang Pastikan Kesehatan Petugas Prasarana Selama Penanganan Genangan di Pekalongan
Beli Besi Industri di Semarang Kini Bisa Nego Harga Online, Lebih Cepat & Transparan
Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik dan Penanganan Bencana, Kementerian PU Hadirkan Portal Data Real-Time via Dashboard SIGI
Walikota Medan Targetkan Pembangunan Medan Melejit Lewat Optimalisasi PBB, Agha Novrian : total SPPT yang diserahkan sebanyak 542.166 dengan Nilai Rp.972.045.127.089
Perbaiki Konektivitas Pascabencana, Kementerian PU Siapkan Rencana Detail Penanganan Permanen Jalan Tarutung – Sibolga via Batu Lubang
Okupansi Tinggi Saat Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Divre IV Tanjungkarang Pastikan Layanan Tetap Optimal dan Aman
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:01 WIB

Indonesia Kehilangan Momentum di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:53 WIB

Affiliate dan Partnership: Peluang Penghasilan Tambahan di Era Digital

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:25 WIB

KAI Daop 4 Semarang Pastikan Kesehatan Petugas Prasarana Selama Penanganan Genangan di Pekalongan

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:47 WIB

Beli Besi Industri di Semarang Kini Bisa Nego Harga Online, Lebih Cepat & Transparan

Jumat, 23 Januari 2026 - 03:15 WIB

Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik dan Penanganan Bencana, Kementerian PU Hadirkan Portal Data Real-Time via Dashboard SIGI

Berita Terbaru