Hilirisasi Perkebunan Jadi Misi Nasional, PTPN I Ambil Peran Strategis di Bawah Holding Perkebunan Nusantara

- Penulis

Jumat, 26 September 2025 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah menganggarkan dana Rp371 triliun untuk program hilirisasi bidang perkebunan. Dari angka itu, sebanyak Rp88,7 triliun akan dilaksanakan oleh Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) dengan beberapa komoditas core business-nya. Sedangkan PTPN I sebagai subholding PTPN Group mendapat alokasi Rp7 triliun untuk pengembangan komoditas kelapa, kakao, kopi, dan mete.

Program hilirisasi di bidang perkebunan ini dinilai sangat kuat orelasinya dengan visi PTPN I. Sebab, selain untuk mendongkrak kinerja dan produktivitas, program ini “mendayung” misi pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja. Dalam konteks ini, PTPN I sebagai perusahaan padat karya, tersebar di pelosok negeri, dan berada di simpul-simpul kemiskinan sangat relevan menjalankan misi hilirisasi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas usai mengikuti Rapat Kordinasi Dirjen Perkebunan yang membahas implementasi Program Hilirisasi yang menjadi domain PTPN Group di Bandar Lampung, Kamis (18/9/25).

Teddy mengatakan, PTPN I sebagai Subholding SupportingCo yang mendapat mandat pengelolaan karet, kakao, kopi, dan rupa-rupa komoditas pada PTPN Group memiliki kelebihan komparatif untuk menjalankan program hilirisasi. “Pemerintah menggulirkan Program Hilirisasi ini kan ibarat pepatah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Pertama, industri dipacu untuk tumbuh, ekonomi kawasan bergulir lebih cepat, tenaga kerja terserap, kemiskinan berkurang. Ini sebangun dengan visi-misi didirikannya PTPN di masa lampau. Artinya, PTPN I sudah berada pada track tersebut,” kata dia saat memberi komentar di depan media.

Rapat Kordinasi dipimpin Dirjen Perkebunan pada Kementerian Pertanian Abdul Roni Angkat. Ia didampingi Rizal H. Damanik, Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN Group (PTPN III Holding), Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi, Direktur PTPN IV, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I Tio Handoko, Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun, Region Head PTPN IV Regional 7 Denny Ramadhan, dan beberapa pejabat utama di lingkungan PTPN Group. Hadir pula dari PT Riset Perkebunan Nusantara, dari Badan Riset Nasional (BRIN), Kepada Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, dan Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung Adi Sastriadi Sutisna, dan jajaran.

Pada pengantarnya, Dirjenbun Abdul Roni Angkat menggelar roadmap program hilirisasi di sektor perkebunan dan menunjukkan posisi atau progresnya saat ini. Roni, sapaan singkat Abdul Roni Angkat, mengatakan saat ini Pemerintah sedang mengejar ketertinggalan dan bergerak secara progresif untuk menjawab banyak problem yang terjadi di masyarakat. Antara lain dengan memberi stimulus ekonomi supaya bergulir lebih cepat dan merancang program untuk percepatan pengentasan kemiskinan dan terbukanya lapangan kerja baru.

Baca Juga:  IKI Sumut Laporkan Dugaan Korupsi Mantan Dirut PTPN2 ke Kejatisu,  Kata Kasi Penkum Baru Selesai Ditelaah, Yok Intip Harta Kekayaannya Lewat LHKPN Nya

“Program hilirisasi ini harus cepat direalisasikan. Dalam tiga tahun ke depan, target pemerintah bisa menurunkan angka kemiskinan dari sekarang 26 juta menjadi enam juta. Artinya, kita harus entaskan 20 juta rumah tangga dari garis kemiskinan. Demikian juga dengan lapangan kerja, ini harus segera terjawab. Pada domain Perkebunan, kita targetkan 8,6 juta tenaga kerja yang terserap. Ini harus dipastikan berjalan sesuai rencana,” kata Dirjen yang pernah bertugas di Lampung sebagai Kepala Bapeltan selama empat tahun itu.

Pada sesi itu, Dirjen Perkebunan meminta tiga kluster pada PTPN Group untuk mempresentasikan progres yang telah disusun untuk segera diputuskan. Antara lain dari PTPN I Supporting Co yang dalam konteks Program Hilirisasi ini memiliki komoditas kelapa, kakao, kopi, dan mete. Lalu, PTPN IV Palm Co yang khusus menjalankan beberapa program hilirisasi sektor kelapa sawit dan produk-produk turunannya. Dilanjutkan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang mendapat mandat khusus dalam perluasan dan hilirisasi sektor gula.

Pada domain PTPN I, Teddy Yunirman Danas melaporkan kesiapan data dan kelayakan di lapangan untuk menjalankan proyek hilirisasi. Ia mengatakan, secara infrastruktur dan kompetensi, pihaknya memiliki instrumen yang sangat siap untuk menjalankan program. Ia membuka slide dengan menyebut PTPN I telah siap untuk komoditas kelapa seluas 98 ribu hektare dalam tiga tahun tersebar di sembilan provinsi. Angka itu terdiri dari kebun inti dan plasma atau sistem kemitraan.

Untuk komoditas kopi, PTPN I fokus ke wilayah Pulau Jawa dan Provinsi Lampung dengan potensi pengembangan seluas 19,4 ribu hektare. Sedangkan untuk komoditas kakao dan mete didominasi di wilayah Sulawesi seluas 8.300 hektare terdiri dari inti dan plasma.

Secara spesifik, Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo menyampaikan antusiasnya dengan program hilirisasi di sektor perkebunan ini. Menurut Aris Handoyo, PTPN I memiliki infrastruktur dan sumber daya yang cukup untuk menjalankan program tersebut. Wilayah kerja perusahaan sangat prospektif untuk pengembangan komoditas yang direkomendasikan, seperti kelapa, kopi, kakao, dan mete.

“Kami yakin program hilirisasi ini akan mendongkrak kinerja perusahaan, memberikan efek positif pada pembangunan ekonomi, secara simultan mengentaskan kemiskinan dengan adanya lapangan kerja baru, dan menjadi salah satu simpul penting stabilitas nasional,” kata Aris Handoyo.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Walikota Kukuhkan Paskibraka Kota Medan, 48 Putra-Putri Terpilih Siap Kibarkan Sang Merah Putih di HUT ke- 81 Republik Indonesia
Diduga Langgar Kode Etik, 2 Oknum Polisi Polres Deli Serdang Dilapor ke Propam Poldasu
BPK RI Temukan Dugaan Penyimpangan Rp.130.094.900,00 Pembayaran Upah Lembur di Dinas SDABMBK Deli Serdang, Diduga Tidak Ada Tindakan Terhadap Pihak Terlibat
Wali Kota Medan : Jadikan PUD Pasar Mesin Pencetak Keuntungan
Anggota DPRD Sumut Lapor Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoax ke Poldasu
Amburadulnya Tata Kelola SPPG di Sumut, Ka Regional Sumut Cuek, KPPG Medan : Optimalkan Tim Pemantau dan Pengawas MBG
KPK Dampingi Mentawai Benahi Tata Kelola demi Tingkatkan Kemandirian Fiskal Daerah
Pemko Medan Anggarkan Duit 10 M Untuk Rehab Gedung Satreskrim Polrestabes Medan, LBH Medan : Walikota Permainkan & Lukai Hati Rakyat

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Walikota Kukuhkan Paskibraka Kota Medan, 48 Putra-Putri Terpilih Siap Kibarkan Sang Merah Putih di HUT ke- 81 Republik Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Diduga Langgar Kode Etik, 2 Oknum Polisi Polres Deli Serdang Dilapor ke Propam Poldasu

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:39 WIB

BPK RI Temukan Dugaan Penyimpangan Rp.130.094.900,00 Pembayaran Upah Lembur di Dinas SDABMBK Deli Serdang, Diduga Tidak Ada Tindakan Terhadap Pihak Terlibat

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:54 WIB

Wali Kota Medan : Jadikan PUD Pasar Mesin Pencetak Keuntungan

Senin, 29 Juni 2026 - 20:01 WIB

Anggota DPRD Sumut Lapor Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoax ke Poldasu

Berita Terbaru