Kementerian PU Telah Bangun 53 Bendungan Beri Manfaat Layanan di 67 Daerah Irigasi

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 29 September 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan pembangunan 53 bendungan di sejumlah wilayah Indonesia sejak tahun 2015 hingga 2024, untuk meningkatkan ketahanan air dan pangan secara nasional. Pembangunannya tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik bendungan, tetapi juga telah diintegrasikan dengan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi untuk memastikan air mengalir langsung ke lahan-lahan pertanian dan menyejahterakan para petani.

Menteri PU, Dody
Hanggodo, menegaskan pentingnya integrasi antara bendungan dan jaringan irigasi
yang terhubung. Menurutnya, suplai air yang berkelanjutan adalah kunci utama
untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Pembangunan
bendungan harus dibarengi pembangunan saluran konektivitas dan rehabilitasi
jaringan irigasi. Dengan suplai irigasi yang terus berkelanjutan, harapannya
air bisa mengalir ke sawah-sawah sehingga produktivitas petani juga meningkat,
petani semakin sejahtera,” ungkap Menteri Dody.

Diungkapkan pula,
Kementerian PU saat ini juga tengah fokus menyelesaikan 15 bendungan lainnya
yang sedang dalam tahap konstruksi (ongoing) dan ditargetkan tuntas sebelum
tahun 2029. Proyek ini diproyeksikan akan memberikan layanan irigasi bagi lahan
seluas 184.515 hektare. Dengan adanya pasokan air dari 15 bendungan ini, luas
tanam diperkirakan akan meningkat signifikan dari semula 277.775 hektare
menjadi 483.163 hektare. Dampak positif lainnya adalah peningkatan
produktivitas panen dari 1.403.300 ton per hektare menjadi 2.343.289 ton per
hektare.

Selain itu,
keberlanjutan pasokan air ini akan mengubah pola tanam petani yang sebelumnya
bergantung pada tadah hujan. Indeks Pertanaman (IP) diperkirakan akan naik dari
150% menjadi 262%, yang memungkinkan petani untuk panen dua hingga tiga kali
dalam setahun, dari yang sebelumnya hanya sekali setahun.

Program pembangunan
bendungan hingga jaringan irigasinya merupakan kelanjutan dari komitmen
pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan, yang juga menjadi bagian dari
program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sebagai catatan, sejak tahun 1902
hingga 2014, telah dibangun sebanyak 187 bendungan. Kemudian, pada periode
2015–2024, pemerintah telah berhasil menyelesaikan 53 bendungan baru.

Baca Juga:  Pasar Aset Kripto Kembali Tertekan, Kebijakan The Fed Menjadi Pemicu

Ke-53 bendungan yang
telah tuntas tersebut kini memberikan manfaat layanan irigasi yang tersebar di
67 Daerah Irigasi (DI). Dari jumlah tersebut, 7 Daerah Irigasi mendapatkan
pasokan air melalui saluran baru yang dibangun dari outlet bendungan, seperti di
DI Baro Raya, DI Tugu Sistem, DI Tukul, DI Budong-Budong, DI Way Apu Sistem, DI
Pidekso, dan DI Rababaka Kompleks (DI Tanju-DI Rababaka).

Sementara itu, 60
Daerah Irigasi lainnya mendapatkan manfaat melalui program pembangunan,
rehabilitasi, atau peningkatan sistem irigasi yang sudah ada. Beberapa di
antaranya adalah DI Krueng Pase di Aceh, DI Bandar Sidoras di Sumatera Utara,
DI Komering di Sumatera Selatan, DI Rentang di Jawa Barat, DI Gondang di Jawa
Tengah, DI Bendo di Jawa Timur, DI Lolak Atas di Sulawesi Utara, DI Gilireng di
Sulawesi Selatan, dan DI Rotiklot di Nusa Tenggara Timur.

Secara keseluruhan,
53 bendungan yang telah selesai dibangun ditargetkan mampu menyuplai air
irigasi untuk lahan pertanian seluas 310.170 hektare. Inisiatif ini
diperkirakan akan meningkatkan total luas tanam dari 502.403 hektare menjadi
798.263 hektare, serta mendongkrak total produktivitas pertanian dari 3.122.418
ton per tahun menjadi 4.789.582 ton per tahun.

Melalui penyelesaian
pembangunan bendungan yang terintegrasi di berbagai wilayah, Kementerian
Pekerjaan Umum (PU) optimistis dapat membantu petani lepas dari ketergantungan
pada tadah hujan, sekaligus memperkuat ketahanan air dan pangan secara
nasional.

Program kerja ini merupakan
bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA
dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Walikota Kukuhkan Paskibraka Kota Medan, 48 Putra-Putri Terpilih Siap Kibarkan Sang Merah Putih di HUT ke- 81 Republik Indonesia
Diduga Langgar Kode Etik, 2 Oknum Polisi Polres Deli Serdang Dilapor ke Propam Poldasu
BPK RI Temukan Dugaan Penyimpangan Rp.130.094.900,00 Pembayaran Upah Lembur di Dinas SDABMBK Deli Serdang, Diduga Tidak Ada Tindakan Terhadap Pihak Terlibat
Wali Kota Medan : Jadikan PUD Pasar Mesin Pencetak Keuntungan
Anggota DPRD Sumut Lapor Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoax ke Poldasu
Amburadulnya Tata Kelola SPPG di Sumut, Ka Regional Sumut Cuek, KPPG Medan : Optimalkan Tim Pemantau dan Pengawas MBG
KPK Dampingi Mentawai Benahi Tata Kelola demi Tingkatkan Kemandirian Fiskal Daerah
Pemko Medan Anggarkan Duit 10 M Untuk Rehab Gedung Satreskrim Polrestabes Medan, LBH Medan : Walikota Permainkan & Lukai Hati Rakyat

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Walikota Kukuhkan Paskibraka Kota Medan, 48 Putra-Putri Terpilih Siap Kibarkan Sang Merah Putih di HUT ke- 81 Republik Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Diduga Langgar Kode Etik, 2 Oknum Polisi Polres Deli Serdang Dilapor ke Propam Poldasu

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:39 WIB

BPK RI Temukan Dugaan Penyimpangan Rp.130.094.900,00 Pembayaran Upah Lembur di Dinas SDABMBK Deli Serdang, Diduga Tidak Ada Tindakan Terhadap Pihak Terlibat

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:54 WIB

Wali Kota Medan : Jadikan PUD Pasar Mesin Pencetak Keuntungan

Senin, 29 Juni 2026 - 20:01 WIB

Anggota DPRD Sumut Lapor Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoax ke Poldasu

Berita Terbaru