Ketidakpastian Data Nonfarm Payrolls Jadi Pemicu Volatilitas Emas

- Penulis

Selasa, 30 September 2025 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali jadi primadona pasar global. Pada perdagangan Jumat lalu (26/9), logam mulia ini menutup sesi Amerika Utara dengan kenaikan 0,60%, ditopang laporan inflasi yang tidak menunjukkan kejutan berarti. Hasil tersebut semakin menguatkan keyakinan investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan tetap condong ke arah dovish dengan melanjutkan pelonggaran moneter dalam beberapa bulan ke depan. Memasuki pekan baru, XAU/USD bertahan di area $3.840-an, menandakan permintaan yang kuat di tengah sentimen pasar yang masih diliputi ketidakpastian pada Selasa pagi ini (30/9).

Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, pola teknikal emas masih memberi sinyal positif. “Grafik candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan tren bullish emas tetap dominan,” jelasnya. Andy menyebutkan peluang emas untuk melanjutkan kenaikan ke $3.875 cukup terbuka. Meski begitu, potensi koreksi tetap ada. “Jika tekanan beli melemah, harga bisa kembali menguji area $3.806,” tambahnya.

Faktor politik di AS turut menambah warna. Risiko shutdown pemerintahan federal kembali menghantui, seiring kebuntuan perpanjangan anggaran di Kongres. Jika shutdown terjadi, rilis data penting seperti Nonfarm Payrolls (NFP) kemungkinan tertunda karena Bureau of Labor Statistics (BLS) akan menghentikan operasionalnya. Situasi ini membuat investor semakin berhati-hati, sekaligus mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Sementara itu, komentar dari pejabat The Fed masih beragam. Alberto Musalem dari The Fed St. Louis menekankan inflasi masih tinggi, meskipun mengakui risiko pelemahan tenaga kerja meningkat. John Williams dari The Fed New York menyebutkan kebijakan moneter saat ini sudah cukup ketat untuk menekan inflasi, meski pasar tenaga kerja belum sepenuhnya mendingin. Dari sisi lain, Beth Hammack dari The Fed Cleveland mengingatkan inflasi masih jauh dari target, sehingga proses disinflasi berjalan lambat.

Baca Juga:  Wamenag Serahkan Bantuan Rp 20,840 Miliar Untuk Rahabilitasi Sarpras Terdampak Bencana Sumut

Tak hanya faktor makroekonomi, kondisi geopolitik juga ikut menopang harga emas. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil menguasai desa Shandryholove di wilayah Donetsk, Ukraina. Eskalasi konflik ini menambah ketidakpastian global dan memperkuat peran emas sebagai safe-haven.

Pasar obligasi juga menunjukkan pergeseran. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun menjadi 4,141%, sementara imbal hasil riil selisih antara imbal hasil nominal dengan ekspektasi inflasi turun ke 1,761%. Penurunan ini membuat emas semakin menarik bagi investor, karena beban biaya peluang menahan logam mulia jadi lebih rendah.

Agenda pekan ini akan padat dengan data penting, termasuk laporan ADP Employment, PMI Manufaktur ISM, klaim pengangguran mingguan, serta data NFP September. Semua indikator tersebut akan memberi gambaran lebih jelas arah kebijakan The Fed.

Secara keseluruhan, emas masih berada di jalur bullish, baik karena faktor teknikal maupun fundamental. Namun, volatilitas pasar kemungkinan akan meningkat tajam menjelang rilis data tenaga kerja. Investor disarankan untuk disiplin mengatur strategi, dengan mengantisipasi dua skenario utama: peluang reli menuju $3.875, atau koreksi ke $3.806 jika tekanan jual kembali muncul.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang
Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA
Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten
Sukses Menggelar Lelang Aset Serentak Tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Raih Prestasi Sebagai Peringkat Ke-2 Kejaksaan Tinggi Terbaik
Wakili Kajati Sumut, Koordinator Pidsus Hadiri Pelantikan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sumut
Wakajati Sumut Hadir Sebagai Penguji Seminar BPSDM Sumut Bahas Program PKN Tingkat II
Dewan Pakar GNPP Sumut : Ali Amran Tanjung Layak Jadi Menteri Agama RI
Mangkir Saat Dipanggil, Kejati Sumut Jadwalkan Panggilan Kedua Akuang

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang

Selasa, 29 September 2026 - 16:45 WIB

Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA

Jumat, 25 September 2026 - 18:06 WIB

Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten

Jumat, 25 September 2026 - 14:07 WIB

Sukses Menggelar Lelang Aset Serentak Tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Raih Prestasi Sebagai Peringkat Ke-2 Kejaksaan Tinggi Terbaik

Jumat, 25 September 2026 - 13:53 WIB

Wakili Kajati Sumut, Koordinator Pidsus Hadiri Pelantikan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan BPKP Sumut

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Gubsu Bahas Percepatan Rumah Subsidi Bersama DPR dan Pengembang

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:37 WIB