Model Silvofishery di Desa Dabong: FisTx, Carbon Ethics, dan SAMPAN Kalimantan Dorong Inovasi Budidaya Udang Ramah Lingkungan & Program Ketahanan Pangan

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi FisTx, Carbon Ethics, dan SAMPAN Kalimantan menghadirkan silvofishery modern di Desa Dabong. Menebar 458 ribu benur vaname, program ini menggabungkan budidaya udang berkelanjutan, rehabilitasi mangrove, dan 360° Smart Farming untuk ketahanan pangan, lingkungan, dan kesejahteraan petambak.

FisTx, perusahaan akuakultur berbasis teknologi, terus memperkuat misi menghadirkan budidaya berkelanjutan melalui pendekatan 360° Smart Farming. Pendekatan ini menghubungkan inovasi teknologi dengan praktik ramah lingkungan, menjadikan FisTx sebagai perusahaan akuakultur yang mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Di Dalam kolaborasinya bersama Carbon Ethics dan SAMPAN Kalimantan dalam mendukung penerapan silvofishery di Desa Dabong, sebanyak 458 ribu benur vaname PL-8 ditebar ke tambak masyarakat yang telah direhabilitasi.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 16 September 2025 di Desa Dabong. Langkah tersebut sebagai langkah nyata mewujudkan budidaya udang berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian mangrove. “FisTx tidak hanya menghadirkan solusi inovasi, tapi juga pendekatan menyeluruh agar petambak dapat beradaptasi dengan tantangan iklim dan pasar. Inilah yang kami sebut 360° Smart Farming, solusi lengkap yang memadukan produktivitas, konservasi, dan keberlanjutan,” jelas Rico Wibisono, CEO FisTx yang turut hadir saat tebar benur berlangsung.

Dalam sesi wawancara lainnya, CEO Carbon Ethics, Bimo Soewadji, menegaskan pentingnya pelaksanaan program ini. “Kami dari Carbon Ethics sangat senang karena berhasil mencapai timeline yang sudah direncanakan, yaitu melakukan penebaran benur udang vaname di tiga tambak program. Dalam 3 sampai 4 bulan ke depan, kita akan melihat hasil dari pelaksanaan program ini,” ujar Bimo. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Desa Dabong masuk dalam buffer zone Delta Kapuas Project, sehingga jika pelaksanaan program berjalan baik, model ini akan direplikasi ke petambak lain.

“Skemanya adalah bagi hasil, dan yang paling penting, program ini bisa membantu masyarakat dalam hal pendanaan, khususnya modal awal untuk perbaikan tambak serta penyediaan benur. Harapan kami, pelaksanaan program ini sukses sehingga bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar maupun pemerintah, serta dapat diperluas ke tambak-tambak lainnya,” tambahnya.

Baca Juga:  Emas Menguat, Pasar Tetap Waspada Shutdown AS dan Sinyal Dovish The Fed

Masyarakat petambak pun menyambut baik kolaborasi ini. A. Rahim, salah satu petambak penerima manfaat, mengatakan, “Terima kasih atas kerjasamanya, mudah-mudahan kegiatan ini bisa berkelanjutan. Selama ini kami sudah mengelola tambak lebih dari 20 tahun, tetapi belum pernah mendapatkan hasil yang memuaskan. Kami berharap program ini jangan sampai berhenti di sini saja, tapi bisa terus berjalan. Karena selain membantu kami dalam permodalan dan bibit, program ini juga memberi semangat baru. Kami ingin hasilnya nanti bisa membawa manfaat bukan hanya untuk kami sebagai petambak, tetapi juga untuk desa Dabong secara keseluruhan,” tutur Pak Rahim.

Komentar positif lainnya juga datang dari petambak lainnya mengenai peran FisTx dalam proses pendampingan teknis, “Pendampingan teknis dari tim FisTx sangat membantu kami. Kami jadi lebih percaya diri mengelola tambak secara modern tanpa harus merusak lingkungan.” 

Arif Setiawan, Head Of Business Development FisTx menjelaskan, “monitoring dan pendampingan intens yang dilakukan FisTx berlangsung baik secara online dan offline (red : berkunjung ke lokasi). Untuk online, secara rutin seminggu sekali kami mengadakan meeting online untuk membahas kondisi dilapangan dan rencana kedepannya.”

Keberlanjutan Program

FisTx bersama Carbon Ethics serta SAMPAN Kalimantan, menargetkan Desa Dabong sebagai model awal silvofishery modern yang dapat direplikasi ke daerah lain, khususnya di kawasan buffer zone Delta Kapuas. Monitoring rutin akan dilakukan dalam tiga hingga empat bulan ke depan, dengan indikator keberhasilan berupa tingkat kelangsungan hidup benur, kualitas lingkungan tambak, serta peningkatan pendapatan petambak. 

Harapan positif juga disampaikan oleh Beni Putra Ramadani, asisten proyek kerja sama Sampan Kalimantan dan Carbon Ethics “Harapannya, program pendampingan yang juga didukung tim ahli dari FisTx ini bisa membantu masyarakat meningkatkan nilai ekonomi, mengoptimalkan potensi lokal, serta mendorong perbaikan lingkungan dan pemberdayaan secara berkelanjutan. Dengan begitu, hasilnya tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga berkontribusi pada penurunan emisi dan penguatan resiliensi masyarakat,”

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Walikota Kukuhkan Paskibraka Kota Medan, 48 Putra-Putri Terpilih Siap Kibarkan Sang Merah Putih di HUT ke- 81 Republik Indonesia
Diduga Langgar Kode Etik, 2 Oknum Polisi Polres Deli Serdang Dilapor ke Propam Poldasu
BPK RI Temukan Dugaan Penyimpangan Rp.130.094.900,00 Pembayaran Upah Lembur di Dinas SDABMBK Deli Serdang, Diduga Tidak Ada Tindakan Terhadap Pihak Terlibat
Wali Kota Medan : Jadikan PUD Pasar Mesin Pencetak Keuntungan
Anggota DPRD Sumut Lapor Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoax ke Poldasu
Amburadulnya Tata Kelola SPPG di Sumut, Ka Regional Sumut Cuek, KPPG Medan : Optimalkan Tim Pemantau dan Pengawas MBG
KPK Dampingi Mentawai Benahi Tata Kelola demi Tingkatkan Kemandirian Fiskal Daerah
Pemko Medan Anggarkan Duit 10 M Untuk Rehab Gedung Satreskrim Polrestabes Medan, LBH Medan : Walikota Permainkan & Lukai Hati Rakyat

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Walikota Kukuhkan Paskibraka Kota Medan, 48 Putra-Putri Terpilih Siap Kibarkan Sang Merah Putih di HUT ke- 81 Republik Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Diduga Langgar Kode Etik, 2 Oknum Polisi Polres Deli Serdang Dilapor ke Propam Poldasu

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:39 WIB

BPK RI Temukan Dugaan Penyimpangan Rp.130.094.900,00 Pembayaran Upah Lembur di Dinas SDABMBK Deli Serdang, Diduga Tidak Ada Tindakan Terhadap Pihak Terlibat

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:54 WIB

Wali Kota Medan : Jadikan PUD Pasar Mesin Pencetak Keuntungan

Senin, 29 Juni 2026 - 20:01 WIB

Anggota DPRD Sumut Lapor Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoax ke Poldasu

Berita Terbaru