- Penulis

Kamis, 3 Juli 2025 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Tokoh KMDT Apresiasi Kolaborasi Gubernur Sumut-Tujuh Bupati soal Geopark Toba

Medan,PostSumatera.ID – Semangat kolaborasi yang dibangun Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama tujuh bupati se kawasan Danau Toba dalam upaya mempertahankan predikat kartu hijau Geopark Kaldera Toba, menuai apresiasi.

Pujian tersebut diungkapkan dua tokoh Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT), masing-masing Ir. Mandalasah Turnip, SH dan Prof. Dr. RER. NAT. Binari Manurung, M.Si, di Medan, Rabu (2/7/2025).

Kedua tokoh yang bakal maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum KMDT tahun 2025 itu, menekankan pentingnya kolaborasi antar sesama pejabat pemerintah dan berbagai pihak dalam upaya mempertahankan status keanggotaan Geopark Kaldera Toba dalam UNESCO Global Geoparks atau geopark dunia.

“Kami menilai berbagai kerja kolektif strategis yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama tujuh bupati se kawasan Danau Toba dalam upaya mempertahankan status Geopark Kaldera Toba dalam keanggotaan geopark dunia, sudah sangat terlihat di lapangan,” kata Wakil Ketua Umum DPP KMDT Mandalasah Turnip.

Tujuannya adalah mengembalikan status “kartu hijau” bagi Geopark Kaldera Toba agar tetap menjadi bagian dari jaringan taman bumi dunia.

Pemerintah Provinsi Sumut bersama tujuh pemerintah kabupaten se kawasan Danau Toba, lanjut dia, sangat serius membenahi pengelolaan dan melengkapi berbagai fasilitas pendukung Geopark Kaldera Toba.

Langkah tersebut dilakukan setelah Geopark Kaldera Toba mendapat kartu kuning dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Kartu kuning merupakan peringatan dari UNESCO yang berarti pengelolaan Geopark atau Taman Bumi Kaldera Toba tidak memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan.

Baca Juga:  Terkuak! Isi Tas Cewek Korea & Cina yang Bikin Penampilan Selalu On-Point

UNESCO meminta agar Geopark Kaldera Toba dikelola dengan baik, sebelum dilakukan revalidasi atau penilaian ulang pada 21-25 Juli 2025.

Sementara itu, secara terpisah Ketua DPW KMDT Sumut Prof. Dr. RER. NAT. Binari Manurung, menilai kolaborasi dan korodinasi yang telah dan sedang dilakukan Gubernur Sumut bersama para bupati se kawasan Danau Toba untuk membenahi kawaaan Geopark Kaldera Toba adalah sesuatu yang luar biasa.

“Gubernur Sumarera Utara bersama tujuh bupati se kawasan Danau Toba sudah memberi atensi yang tinggi untuk mengembalikan posisi Geopark Kaldera Toba kembali ke green card,” ujar Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) ini.

Ia mengingatkan, pada sisa waktu menjelang revalidasi, perlu lebih fokus lagi dilakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap sarana dan fasilitas pendukung di setiap geosite yang akan ditinjau tim penilai dari UNESCO..

Binarii menambahkan bahwa Geopark Kaldera Toba memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.
Jika target “green card” bisa kembali tercapai, ia berharap geopark terluas dj Indonesia itu dapat dikelola dengan hati-hati dan sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan oleh UNESCO.

Sebagai informasi, Geopark Kaldera Toba memiliki 16 geosite yang tersebar di tujuh kabupaten se kawasan Danau Toba, yakni yakni Simalungun, Samosir, Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Karo, dan Dairi.

 

Penulis : rel

Editor : redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Inspeksi Visual dan Thermal Jarak Jauh dengan DJI Zenmuse H30T
BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services
Terapkan Future-Ready Governance, BRI Life Raih Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026
BRI Finance Raih Pertumbuhan Positif di Segmen Kendaraan Bekas hingga Mei 2026
Pelindo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Belawan melalui Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi
Robot Unitree Go2 untuk Edutainment dan Interaksi Publik
SOME BY MI Meluncurkan ‘Cica Anti Hair Loss Hair Serum,’ Lengkapi Lini Perawatan Kulit Kepala Fungsional
Kasus Proyek AMI, CYEA Ingatkan Penilaian Publik Harus Berdasarkan Fakta, Bukan Opini

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:11 WIB

Inspeksi Visual dan Thermal Jarak Jauh dengan DJI Zenmuse H30T

Senin, 13 Juli 2026 - 17:48 WIB

BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services

Senin, 13 Juli 2026 - 17:22 WIB

Terapkan Future-Ready Governance, BRI Life Raih Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 16:42 WIB

BRI Finance Raih Pertumbuhan Positif di Segmen Kendaraan Bekas hingga Mei 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 15:35 WIB

Robot Unitree Go2 untuk Edutainment dan Interaksi Publik

Berita Terbaru