Kasus OTT Dua Ketua MKKS di Batu Bara Berbuntut Panjang, Saidstul Fitri Lapor Bripka ASR ke Propam Polda Sumut

- Penulis

Senin, 14 April 2025 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan,PosSumatera.id – Aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua oknum Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK di Kabupaten Batu Bara, pada Kamis 14 Maret 2025 lalu, berbuntut panjang.

Pasalnya, salah seorang istri dari kedua oknum yang terjaring OTT terkait kasus dugaan korupsi pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA/SMK di Kabupaten Batu Bara oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) tersebut, tak terima suaminya dijadikan tersangka.

Wanita bernama Saidatul Fitri itu menyebut, suaminya merupakan korban pemerasan oknum nakal dari kepolisian dan kejaksaan. Bahkan informasinya, Saidatul Fitri, telah melaporkan seorang oknum anggota polisi berinisial Bripka ASR.

Oknum polisi dari Satreskrim Unit Tipikor Polres Batu Bara tersebut, dilaporkan ke Propam Polda Sumut atas dugaan pemerasan. Dimana, Bripka ASR diduga meminta ‘upeti’ dari pencairan dana BOS di Kabupaten Batu Bara.

Kepada awak media, Saidatul Fitri membeberkan bahwa barang bukti uang yang diamankan penyidik Kejati Sumut saat suaminya terjaring OTT, merupakan uang setoran untuk oknum polisi dan jaksa.

Menurut Saidatul Fitri, sebelum terjaring OTT, suaminya dihubungi Bripka ASR via telepon seluler, Bripka ASR, sebutnya, meminta uang Tunjangan Hari Raya (THR) kepada suaminya dari pencairan dana BOS tersebut.

“Kalau tidak salah bulan Februari atau Maret saat itu saya yang menerima panggilan, berinisiatif mengaktifkan spikernya. Bripka ASR bilang sudah cair dana BOS, jangan lupa THR-nya,” beber Saidul Fitri kepada media, Sabtu (11/4/2025).

Usai mendengar percakapan tersebut, Saidatul Fitri kemudian bertanya kepada suaminya siapa saja yang dimintai ‘upeti’, dan berapa nominalnya, serta apa sanksi jika tidak memberikan setoran kepada ‘oknum-oknum nakal’ tersebut.

“Suami jawab, biasalah THR buat Polres Batu Bara sama Kejaksaan Batu Bara. Semua kepala sekolah dengan jumlah beda-beda sesuai jumlah murid. Kalau tak dikasih, nama sekolah dicatat, dan akan sering didatangi untuk dicari kesalahan,” ungkapnya.

Berdasarkan bukti yang dimiliki, Saidul Fitri kemudian melaporkan Bripka ASR ke Propam Polda Sumut. Bahkan rencananya, Saidul Fitri juga akan melaporkan oknum jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Bara, terkait dugaan pemerasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Kejati Sumut melakukan OTT terhadap dua oknum Ketua MKKS terkait kasus dugaan korupsi pemotongan dana BOS SMA/SMK se-Kabupaten Batu Bara pada Kamis 14 Maret 2025 lalu.

Baca Juga:  Gercep Tekan Inflasi, Ekonom Sebut Gubernur Bobby Jadikan Pemprovsu Responsif-Solutif

Kedua oknum yang terjaring OTT tersebut yakni Sulistio selaku Ketua MKKS SMK, dan Muhammad Kamil selau Ketua MKKS SMA. Selain kedua tersangka, penyidik juga mengamankan barang bukti berupa uang sebanyak Rp319 juta pada operasi senyap tersebut.

Kedua tersangka diduga mengumpulkan uang dari Kepala SMK/SMA, baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Batu Bara yang bersumber dari dana BOS Tahun Anggaran 2025.

Menanggapi hal serius itu, Ketua Bidang Analisa Data dan Pelaporan Republik Corruption Watch Sumatera Utara (RCW Sumut), Sunaryo saat dimintai tanggapannya, sangat mendukung atas keberanian Saidul Fitri melaporkan ‘oknum-oknum nakal’ tersebut.

Pasalnya tegas Sunaryo, aksi pemerasan dana BOS oleh aparat, sudah menjadi rahasia umum karena disinyalir telah berlangsung sejak lama. Demi keadilan, pihaknya mengajak masyarakat secara bersama-sama mendukung keberanian Saidul Fitri mengungkap kasus tersebut.

“Harapan kita kasus ini bisa terungkap secara gamblang ke publik, biar jelas siapa sebenarnya pemain dan aktor di balik pemotongan dana BOS yang saya yakini tidak hanya terjadi di Kabupaten Batu Bara saja,” ungkapnya kepada media di Medan, Senin (14/4/2025).

Pihaknya mengapresiasi pengungkapan kasus pemerasan kepala sekolah oleh oknum aparat yang diduga terjadi pada setiap pencairan dana BOS, baik di sekolah negeri maupun swasta. Akibat perbuatan para ‘oknum nakal’, dunia pendidikan dan institusi terkait, jadi tercoreng.

Masih jelas dalam ingatan, mantan Pjs Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut, Kompol RS, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan 12 kepala sekolah.

Selain Kompol RS, Brigadir BSP selaku mantan penyidik pembantu pada Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut juga jadi tersangka. Terkait kasus tersebut, Kompol RS dikenakan sanksi pecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Pol Bambang Tertianto mengatakan, keduanya dipecat usai terbukti memeras 12 kepala sekolah di Sumut sebesar Rp4,7 miliar. Uang tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut.

“Fakta mana lagi yang mau didustakan,” kata Sunaryo sembari mendesak Kapolda dan Kajati Sumut segera memeriksa masing-masing anggotanya, termasuk Kapolres dan Kajari Batu Bara, diduga sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas kasus tersebut.

Penulis : Redaksi/rel

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Walikota Kukuhkan Paskibraka Kota Medan, 48 Putra-Putri Terpilih Siap Kibarkan Sang Merah Putih di HUT ke- 81 Republik Indonesia
Diduga Langgar Kode Etik, 2 Oknum Polisi Polres Deli Serdang Dilapor ke Propam Poldasu
BPK RI Temukan Dugaan Penyimpangan Rp.130.094.900,00 Pembayaran Upah Lembur di Dinas SDABMBK Deli Serdang, Diduga Tidak Ada Tindakan Terhadap Pihak Terlibat
Wali Kota Medan : Jadikan PUD Pasar Mesin Pencetak Keuntungan
Anggota DPRD Sumut Lapor Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoax ke Poldasu
Amburadulnya Tata Kelola SPPG di Sumut, Ka Regional Sumut Cuek, KPPG Medan : Optimalkan Tim Pemantau dan Pengawas MBG
Pemko Medan Anggarkan Duit 10 M Untuk Rehab Gedung Satreskrim Polrestabes Medan, LBH Medan : Walikota Permainkan & Lukai Hati Rakyat
Apresiasi Masyarakat Taat Pajak, Pemprov Sumut Undi 936 Hadiah Gebyar Pajak Triwulan I 2026

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Walikota Kukuhkan Paskibraka Kota Medan, 48 Putra-Putri Terpilih Siap Kibarkan Sang Merah Putih di HUT ke- 81 Republik Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Diduga Langgar Kode Etik, 2 Oknum Polisi Polres Deli Serdang Dilapor ke Propam Poldasu

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:39 WIB

BPK RI Temukan Dugaan Penyimpangan Rp.130.094.900,00 Pembayaran Upah Lembur di Dinas SDABMBK Deli Serdang, Diduga Tidak Ada Tindakan Terhadap Pihak Terlibat

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:54 WIB

Wali Kota Medan : Jadikan PUD Pasar Mesin Pencetak Keuntungan

Senin, 29 Juni 2026 - 20:01 WIB

Anggota DPRD Sumut Lapor Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoax ke Poldasu

Berita Terbaru