Akses Jalan dan Jembatan Rusak, Warga Simpur Keluhkan Lambannya Pemulihan

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bener Meriah,PostSumatera.Id – Masyarakat Desa Simpur, Kabupaten Bener Meriah, mengeluhkan kondisi akses jalan dan jembatan yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari perekonomian, pendidikan hingga akses terhadap layanan kesehatan. Sabtu. (5/9/2026)

Warga menyebut sejumlah desa, termasuk Simpur, HPP dan Perumpakan Benjadi, masih menghadapi kondisi infrastruktur yang memprihatinkan pascabencana. Jembatan yang putus serta jalan yang rusak dan berlumpur membuat mobilitas masyarakat menjadi semakin sulit.

“Dengan pandangan sebelah mata dari pemerintah daerah, kami dari Desa Simpur, HPP, Perumpakan Benjadi Kecamatan Mesidah hingga saat ini belum tersentuh sama sekali yang namanya pemulihan. Jembatan putus, jalan rusak dan berlumpur, bahkan air bersih tak lagi kami nikmati,” keluh salah seorang warga.

Menurut warga, kondisi tersebut telah berlangsung hampir 10 bulan. Dampaknya semakin dirasakan masyarakat, terutama menjelang masa pascapanen kopi yang diperkirakan berlangsung pada Oktober mendatang.

Baca Juga:  Kementan Gandeng Holding Perkebunan Nusantara Melalui PT SGN Percepat Hilirisasi Komoditas Tebu

“Segalanya jadi terhambat, mulai dari ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Sudah berjalan hampir 10 bulan. Sekarang kami juga mulai memasuki masa pascapanen kopi yang diperkirakan pada bulan 10,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPRK Bener Meriah, Sandari Miko, mengatakan pihaknya telah menampung aspirasi masyarakat dan akan berupaya mengawal persoalan tersebut agar mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

“Kita sudah menampung aspirasi masyarakat. Ini menjadi perhatian kita bersama dan akan kita upayakan untuk mengawal aspirasi ini agar apa yang menjadi keluhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,” kata Sandari Miko.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya akses jalan, jembatan dan ketersediaan air bersih.

Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai penting agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal dan roda perekonomian, pendidikan serta pelayanan kesehatan tidak terus terganggu.ANB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KPK Dampingi Mentawai Benahi Tata Kelola demi Tingkatkan Kemandirian Fiskal Daerah
Ini Pernyataan PSSI Sumut Soal Isu Akomodasi Pada Asean Boys Championship U 19
Gubernur Sumut Teken MoU PSEL dengan Danantara, Targetkan Medan Raya Bebas Sampah
Mendagri Apresiasi Sumut Bantu Hibah Rp260 Miliar Ke Aceh
Kajati Sumut Sampaikan Dukungan Pemulihan dan Rehabilitasi Sumut Pasca Bencana di Kunjungan Menteri PU RI di Kejati Sumut
Pascabencana Gubsu Jamin Pemerintahan dan Pelayanan Publik Tetap Aktif
Gubsu Dampingi Mendagri Resmikan Huntara & Serahkan Bantuan Dana Tunggu Hunian di Tapsel
Diduga Program UHC Gratis Pakai KTP Sampai Saat belum berjalan Kabupaten Deli Serdang

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:36 WIB

Akses Jalan dan Jembatan Rusak, Warga Simpur Keluhkan Lambannya Pemulihan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:14 WIB

KPK Dampingi Mentawai Benahi Tata Kelola demi Tingkatkan Kemandirian Fiskal Daerah

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:08 WIB

Ini Pernyataan PSSI Sumut Soal Isu Akomodasi Pada Asean Boys Championship U 19

Senin, 11 Mei 2026 - 21:03 WIB

Gubernur Sumut Teken MoU PSEL dengan Danantara, Targetkan Medan Raya Bebas Sampah

Senin, 27 April 2026 - 18:04 WIB

Mendagri Apresiasi Sumut Bantu Hibah Rp260 Miliar Ke Aceh

Berita Terbaru

Daerah

Taqwaddin : ICMI Harus Menjadi Tumpuan Kemajuan Aceh

Sabtu, 5 Sep 2026 - 14:27 WIB