Baru Selesai Dikerjakan, Proyek PUPR Asahan Peningkatan Jalan Perbatasan Kota Tanjung Balai Menuju Desa Sei Dua Hulu Sudah Ditambal

- Penulis

Rabu, 18 Juni 2025 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Post Sumatera Kisaran – Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Asahan, kembali disoal.

Pasalnya, baru beberapa bulan saja selesai dikerjakan peningkatan jalan dari perbatasan Kota Tanjungbalai menuju Selingsing Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara sudah retak dan sudah di tambal sulam.

Proyek yang bersumber dari DIF (Dana Informasi Fiskal) sebesar Rp992.614.947,00-, terkesan dikerjakan asal jadi. Bahkan mirisnya, dari plang proyek tidak terdapat kapan dimulai dan selesainya pekerjaan.

Salah seorang warga sekitar mengatakan, proyek ini baru beberapa bulan selesai dikerjakan tapi sudah mengalami kerusakan.

“Dari beberapa Minggu setelah selesai dikerjakan, sudah terlihat fisik beberapa bagian jalan yang retak-retak. Walaupun sekarang sudah di tambal, tapi sebagai pengguna jalan kami sangat khawatir dengan kualitasnya,” kata seorang warga, Selasa (17/06/2025).

Pria berbadan tegap ini juga menyayangkan kinerja Dinas PUPR Asahan yang terkesan amburadul.

“Pekerjaan itukan menggunakan uang rakyat, seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat. Jangan proyek itu dikerjakan cuma untuk sekedar asal jadi saja, bisa fatal akibatnya bagi pengendara,” tegasnya.

Baca Juga:  Sebut Presiden Punya Perhatian Besar di Perkeretaapian, Seskab Usul KAI Perbarui Gambir

Sementara itu, Kepala Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan adalah Sumardi Nasution, pada saat dikonfirmasi membenarkan jalan tersebut terjadi keretakan. Namun ia mengaku jalan tersebut sudah ditambal menggunakan ter.

“Setahu saya, saya juga kontraktor, setiap jalan usai dibangun akan terjadi keretakan dikarenakan tanahnya yang kemungkinan terjadi penurunan. Tapi sekarang sudah ditambal,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Praktisi Hukum, RE Maha SH menyayangkan pekerjaan proyek pemerintah tersebut tersebut terkesan asal jadi. Dirinya meminta agar proyek ini menjadi perhatian APH (Aparat Penegak Hukum).

“Jika kuaalitas pekerjaan yang buruk bisa jadi material yang digunakan tidak sesuai standar atau proses pengerjaannya tidak benar, akibatnya jalan bisa cepat rusak dan terpaksa ditambal ulang. Ini harus menjadi perhatian APH agar kedepannya seluruh proyek yang menggunakan uang negara dapat berjalan maksimal,” tegasnya.

Kadis PUTR Asahan, Agus Jaka Putra Ginting, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, hingga berita ini disiarkan tidak menjawab. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Inspeksi Visual dan Thermal Jarak Jauh dengan DJI Zenmuse H30T
Gubsu Lantik 8 Pejabat Eselon II, Minta Ciptakan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi
BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services
Terapkan Future-Ready Governance, BRI Life Raih Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026
BRI Finance Raih Pertumbuhan Positif di Segmen Kendaraan Bekas hingga Mei 2026
Pelindo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Belawan melalui Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi
Gubsu Tegaskan Komite Sekolah Jangan Jadi Beban Peserta Didik
Gubernur Bobby Buka MPLS 2026 se-Sumut, Tekankan Pentingnya Menghormati Guru dan Orang Tua

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:11 WIB

Inspeksi Visual dan Thermal Jarak Jauh dengan DJI Zenmuse H30T

Senin, 13 Juli 2026 - 20:34 WIB

Gubsu Lantik 8 Pejabat Eselon II, Minta Ciptakan Program yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 13 Juli 2026 - 17:48 WIB

BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services

Senin, 13 Juli 2026 - 17:22 WIB

Terapkan Future-Ready Governance, BRI Life Raih Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 16:42 WIB

BRI Finance Raih Pertumbuhan Positif di Segmen Kendaraan Bekas hingga Mei 2026

Berita Terbaru