Gubernur Bobby : Bantuan Banjir dari UEA di Medan Berasal dari NGO, Bukan Pemerintah

- Penulis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan,PostSumatera.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menjelaskan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Kota Medan yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA). Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan berasal langsung dari pemerintah UEA, melainkan disalurkan melalui organisasi non-pemerintah (NGO).

Hal itu disampaikan Bobby saat ditemui di Lapangan Udara Soewondo, Medan, sebelum bertolak ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (19/12/2025).

“Tadi saya sudah koordinasi dengan Pak Wakil Wali Kota Medan, bahwasanya beliau menjelaskan bantuan tersebut bukan dari pemerintahnya langsung, tapi melalui NGO-nya. Kalau di sini seperti Palang Merah Indonesia, kalau di sana namanya Bulan Sabit Merah,” ungkap Bobby.

Gubernur menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mekanisme penyaluran bantuan luar negeri berbeda tergantung sumbernya.

Jika bantuan bersifat antarpemerintah atau government to government (G to G), maka penyalurannya wajib melalui pemerintah pusat.

“Apabila bantuan dari luar negeri atau G to G, maka penyalurannya harus melalui pemerintah pusat. Selanjutnya pemerintah pusat yang menyalurkan ke pemerintah daerah,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Bobby, bantuan luar negeri yang berasal dari NGO diperbolehkan disalurkan langsung ke daerah, dengan catatan tidak diserahkan langsung kepada pemerintah daerah.

“Sedangkan bantuan luar negeri dari NGO, boleh langsung ke pemerintah daerah. Hanya saja penyaluran bantuannya harus melalui NGO yang ada di sini juga. Tidak boleh pemerintah langsung,” tegasnya.

Baca Juga:  Shopvaganza 2025 Resmi Dimulai! Belanja Hemat, Raih Hadiah Spektakuler di Mitra10

Ia menambahkan, bantuan dari NGO UEA tersebut selama ini dititipkan di gudang milik Muhammadiyah.

“Mekanismenya kalau G to G harus melalui pemerintah pusat. Kami pemerintah daerah menerima dari pemerintah pusat untuk disalurkan kepada masyarakat. Jadi, bantuan itu bukan dipulangkan, tapi diserahkan kembali. Selama ini dititipkan di gudang milik Muhammadiyah,” ujarnya.

“Kalau dari pihak NGO tidak ada masalah disalurkan kembali dengan catatan penyalurannya melalui NGO yang ada di sini,” lanjut Bobby.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap yang turut melepas keberangkatan Gubernur Bobby ke Tapanuli Selatan membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, bantuan tersebut selama ini disimpan di gudang Muhammadiyah.

“Berdasarkan keterangan BPBD Kota Medan, bantuan itu dititipkan di gudang milik Muhammadiyah. Rencananya mereka yang akan menyalurkan bantuan berupa peralatan salat dan makanan tersebut,” kata Zakiyuddin.

Ia menegaskan, pihak NGO tidak mempermasalahkan bantuan tersebut diserahkan kembali. Mengingat tujuannya murni untuk membantu korban banjir.

“Sekarang ini sudah diserahkan dan pihak NGO-nya tidak ada masalah. Alasan kenapa kami menerima saat itu karena sifatnya bantuan untuk korban banjir. Bantuan tersebut berjumlah 30 ton,” pungkasnya.

Penulis :rel

Editor :redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jangan Terburu-buru Menghakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif
Saat Bisnis Bali Terus Berkembang, Oxygen.id Hadir dengan Solusi Digital
Lagi Cari AI Agent untuk CS Bisnis? Coba Ikut Demo Online Barantum
Pelabuhan Tanjung Intan Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026
International Undergraduate Program yang Buka Peluang Karier Global
Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan
Oxygen.id Sapa Cirebon Lewat Talkxygen, Bahas Solusi Digital untuk Bisnis
Dupoin Futures Ungkap Alasan Harga Emas Berpotensi Turun ke Area Support 3.873

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:02 WIB

Jangan Terburu-buru Menghakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:48 WIB

Saat Bisnis Bali Terus Berkembang, Oxygen.id Hadir dengan Solusi Digital

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:47 WIB

Lagi Cari AI Agent untuk CS Bisnis? Coba Ikut Demo Online Barantum

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:13 WIB

Pelabuhan Tanjung Intan Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:05 WIB

International Undergraduate Program yang Buka Peluang Karier Global

Berita Terbaru