Pembentukan Tim Task Force Bagian Dari Kekalutan PN 1 Regional 1 Hadapi Terbongkarnya Penyimpangan Pengelolaan Asset

- Penulis

Sabtu, 19 April 2025 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, PostSumatera.id –  Pembentukan tim Task Force atau Satgas penyelesaian lahan eks Hak Guma Usaha (HGU) dan rumah dinas di Perkebunan Nusantara (PN) 1 Rgional 1, yang sebelumnya bernama PTPN 2, dianggap hanya sebagai akal-akalan saja.

Bahkan dibentuknya satgas tersebut,merupakan bagian dari kekalutan pihak PN 1 Regional 1, karena banyaknya penyimpangan yang dilakukan dalam pengelolaan asset selama ini.
” Jadi kalau pihak PN 1 Regional 1 tiba-tiba membentuk satgas atau apapun namnya itu, menurut saya adalah bagian dari kekalutan pihak PN 1 Regional 1 dalam menghadapi terbongkarnya berbagai penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan dalam pengelolaan asset,” ungkap Pengamat Kebijakan Publik Abyadi Siregar,  kepada wartawan, Sabtu (19/4/25).
Menurutnya, pembentukan satgas pertanda manajemen PN 1 Regional 1 mulai was-was menghadapi berbagai problem yang terjadi dalam proses pembangunan perumahan-perumahan elit yang bernilai mahal di lahan eks HGU.
” Sebagaimana kita ketahui, begitu banyak fakta-fakta terbuka dalam manajemen PTPN dalam mengelola aset-aset HGU,”ujarnya.
Misalnya lanjut mantan Kepala Ombudsman RI perwakilan Sumatera Utara ini, dimulai dari rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta beberapa waktu lalu yang membongkar tentang penyimpangan pengelolaan asset dikawasan puncak Bogor. Dimana Komisi VI DPR RI menyebutkan, PTPN sudah berubah sebagai BUMN Penyewa asset.
Padahal tegasnya, PTPN itu adalah perusahaan perkebunan. Ex HGU yang diberikan kepada PTPN itu adalah untuk usaha perkebunan, Tapi kemudia mereka gunakan menyimpang dari ex HGU itu sendiri.
“Sangat banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Kalau dipuncak Bogor itu penympangannya adalah beberapa kawasan- kawasan hutan yang dikelola dan dibangun menjadi komplek-komplek villa, tempat hiburan dan sebagainya. Sedangkan di Sumatera Utara, penyimpangan dilakukan dengan membangun diatas  lahan  eks HGU menjadi perumahan-perumahan elit dan pertokoan elit yang dijual dengan harga yang sangat fantastis mulai dari Rp.2 Milyar sampai Rp.7 Milyar,” ungkap Direktur MATA Pelayanan Publik ini.
Jadi katanya lagi, kalau pihak PN 1 Regional 1 tiba-tiba membentuk satgas atau apapun namnya itu, adalah bagian dari kekalutan pihak PN 1 Regional 1 dalam menghadapi terbongkarnya berbagai penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan PN 1 Regional 1 dalam pengelolaan asset.
Setidaknya papar Abyadi, PN 1 Regional 1 diduga telah melanggar tiga regulasi terkait pembangunan properti di lahan HGU. Ketiga regulasi itu adalah:
– UU NO 5 tahun 1960 tentang Pokok Agraria
– PP NOMOR 18 TAHUN 2021 TENTANG HAK PENGELOLAAN, HAK ATAS TANAH, SATUAN RUMAH SUSUN, DAN PENDAFTARAN TANAH
– PERMEN ATR/KEPALA BPN NOMOR 18 TAHUN 2021 TENTANG TATACARA PENETAPAN HAK PENGELOLAAN DAN HAK ATAS TANAH.
Sementara Kasubbag Komunikasi Perusahaan danTanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN1 Regional 1 Rahmat Kurniawan yang juga sebagai ketua tim task force, dikonfirmasi wartawan melalui pesan whatsshap terkait dibentuknya tim task force tersebut menyampaikan, dibentuknya tim satgas dibentuk untuk internal perusahaan membantu bagian terkait. ” Untuk internal saja Bang, untuk membantu Bagian terkait Bang,,,,” katanya.
Dia juga menyebutkan, tim yang dibentuk tersebut sifatnya hanya untuk sementara waktu. “Untuk sementara saja Bang,,,,” sebutnya.

Baca Juga:  Lagi, Darah Golongan AB di Sumbangkan Personil Polres Pakpak Bharat Kepada Pasien di RSUD Salak

Penulis : Tim Redaksi
Editor :   Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jangan Terburu-buru Menghakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif
Saat Bisnis Bali Terus Berkembang, Oxygen.id Hadir dengan Solusi Digital
Lagi Cari AI Agent untuk CS Bisnis? Coba Ikut Demo Online Barantum
Pelabuhan Tanjung Intan Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026
International Undergraduate Program yang Buka Peluang Karier Global
Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan
Oxygen.id Sapa Cirebon Lewat Talkxygen, Bahas Solusi Digital untuk Bisnis
Dupoin Futures Ungkap Alasan Harga Emas Berpotensi Turun ke Area Support 3.873

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:02 WIB

Jangan Terburu-buru Menghakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:48 WIB

Saat Bisnis Bali Terus Berkembang, Oxygen.id Hadir dengan Solusi Digital

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:47 WIB

Lagi Cari AI Agent untuk CS Bisnis? Coba Ikut Demo Online Barantum

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:13 WIB

Pelabuhan Tanjung Intan Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:05 WIB

International Undergraduate Program yang Buka Peluang Karier Global

Berita Terbaru