Diduga Terlibat Indikasi Korupsi, Alamp Aksi Minta Gubernur Evaluasi Kadis Kesehatan & Kadis Pendidikan Sumut

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, PostSumatera.id – DPW Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk didepan kantor Gubernur Sumut, Selasa (6/5/2025).

Adapun tuntutan yang disampaikan Alamp Aksi, meminta agar Gubernur Sumut, untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja dari kedua pejabatnya, yakni Kadis Kesehatan, dan Kadis Pendidikan.

Karena menurut mereka, kedua pejabat tersebut telah terindikasi melakukan tindak pidana korupsi pada saat menjabat Pj Bupati Langkat dan saat menjabat Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya & Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPW Alamp Aksi Sumut Hendri Munthe, dalam orasinya menyoroti kinerja Kadis Kesehatan Sumut Faisal Hasirmy ketika menjabat Pj Bupati Langkat.

Dia menyebutkan, adanya dugaan korupsi pada kegiatan pengadaan mebel di Dinas Pendidikan Kab. Langkat yang disinyalir melibatkan Faisal Hasirmy.

“Adanya dugaan korupsi pada pengadaan mebel di tahun 2024, di 117 SD Negeri dan 75 SMP swasta se Kabupaten Langkat. Untuk dua tahun anggaran, total nilai proyek mencapai ±Rp. 47 Milyar. Terdiri dari Rp. 26 Milyar pada tahun 2024 dan Rp. 21 Milyar pada tahun 2025, sebagaimana tercantum dalam situs Sirup LKPP Kab. Langkat,” kata Hendri dalam orasinya.

Kemudian, Hendri juga menyoroti kinerja Alexander Sinulingga semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya & Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan. Alexander Sinulingga diduga meninggalkan “noda hitam” selama menjabat sebagai Kepala Dinas PKPCKTR Kota Medan.

“Mirisnya, kini dia malah mendapat promosi jabatan dari Gubernur Sumatera Utara, menjabat sebagai Kadis Pendidikan,” ucap Hendri.

Dugaan “noda hitam” tersebut sebutnya, diantara lain disinyalir belum rampungnya pekerjaan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, meski sudah diresmikan pada 19 Februari lalu. Pembangunan tersebut memakai skema tahun jamak (multiyears) dan target selesai pada Juni 2025.

Baca Juga:  Sinopsis Film Sampai Titik Terakhirmu, Kisah Nyata Perjuangan Cinta Shella & Albi

“Selain pengerjaan yang belum rampung, revitalisasi Lapangan Merdeka Medan juga diduga menyisakan banyak problematika. Seperti upah pekerja yang diduga belum dibayarkan oleh sub kontraktor untuk pembangunan eskalator, lift dan air conditioner (ac),” ungkapnya.

Tak hanya itu lanjutnya, pekerjaan Alexander Sinulingga semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya & Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan,  mendapat perhatian dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sumatera Utara.

“Dimana diduga terdapat kekurangan spesifikasi dan volume pada 3 (tiga) mega proyek. Ada pun proyek yang dimaksud yaitu Revitalisasi Komplek Stadion Kebun Bunga, Pembangunan Gedung Kolaborasi UMKM Square Universitas Sumatera Utara (Plaza UMKM) dan Pembangunan Medan Islamic Centre,” ungkapnya

Untuk itu massa aksi mendesak Kejati Sumatera Utara agar segera mengusut tuntas dugaan korupsi di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya & Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan semasa di pimpin oleh Alexander Sinulingga.

“Mendesak Kejati Sumatera Utara agar segera memanggil dan memeriksa Sdr. Alexander Sinulingga terkait dugaan korupsi yang kami sebutkan di atas,” paparnya.

Kemudian, massa juga mendesak Kejati Sumatera Utara agar segera memanggil dan memeriksa PPK dan Rekanan di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya & Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan terkait dugaan korupsi tersebut di atas.

Mass aksi juga mendesak Kejati Sumatera Utara agar segera mengusut tuntas dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Kab. Langkat yang diduga melibatkan Faisal Hasirmy.

“Mendesak Kejati Sumatera Utara agar segera memanggil dan memeriksa Sdr. Faisal Hasirmy terkait dugaan korupsi yang kami sebutkan di atas, serta mendesak Kejati Sumatera Utara agar segera memanggil dan memeriksa PPK dan Rekanan di Dinas Pendidikan Kab. Langkat terkait dugaan korupsi tersebut di atas.

Penulis : Tim redaksi

Editor : redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

KAI Daop 1 Jakarta Berhasil Tangkap Pelaku Pelemparan KA Gunungjati dan KA Manahan di Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi
Emas Bangkit Kuat Pasca Koreksi, Peluang Kenaikan Masih Terbuka di Tengah Gejolak Global
KAI Daop 1 Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Kejati Daerah Khusus Jakarta untuk Penanganan Permasalahan Hukum Aset
Transportasi Publik Bukan Lagi Alternatif, Kepastian Rute dan Tarif Jadikan LRT Jabodebek Pilihan Utama
Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%
Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil
ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding Perkebunan Nusantara
Anggota DPR RI Komisi VI Kunjungi Loko Cafe Gambir, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Awal Bersama KAI Services
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 18:43 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Berhasil Tangkap Pelaku Pelemparan KA Gunungjati dan KA Manahan di Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi

Senin, 9 Februari 2026 - 17:43 WIB

Emas Bangkit Kuat Pasca Koreksi, Peluang Kenaikan Masih Terbuka di Tengah Gejolak Global

Senin, 9 Februari 2026 - 14:49 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Kejati Daerah Khusus Jakarta untuk Penanganan Permasalahan Hukum Aset

Senin, 9 Februari 2026 - 06:35 WIB

Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%

Senin, 9 Februari 2026 - 02:14 WIB

Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil

Berita Terbaru