Kisah Inspiratif Guru Kristen Mengajar di Madrasah: Apriyanti, Teladan Moderasi Beragama dari Tapanuli Utara

- Penulis

Senin, 17 November 2025 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taput, Postsumatera.id – Dibalik kebahagian dan harapan dalam kelulusan CPNS Kementerian Agama terselip kisah Inspiratif guru yang penuh keteladanan dan kedamaian di tengah perbedaan. Hari pertama Apriyanti melangkahkan kaki sebagai CPNS di MTsN Tapanuli Utara, beberapa pasang mata menatap saya dengan rasa heran.

Bukan karena Apriyanti baru penempatan di Madrasah, tapi karena identitas Apriyanti seorang guru Kristen yang mengajar di madrasah Kementerian Agama.

Apriyanti Br Marpaung adalah seorang putri dari Bapak Sahala Marpaung dan Ibu Harinta Br Purba, yang merupakan anak keempat dari empat bersaudara yang lahir di Rantau Perapat dengan beragama Kristen.

Ia dididik dari keluarga yang sederhana dengan menempuh pendidikan di kampung halaman dengan sebuah kesederhanaan hingga melanjudkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri medan, dengan perjuangan dan dorangan dari orang tua, akhirnya Aprinyanti dapat Lulus Sebagai CPNS tahun 2025 akan tetapi penempatan Apriyanti di MTsN Tapanuli Utara,
Ada yang bertanya lirih, “Lho, kok guru Kristen ngajar di madrasah?”
Pertanyaan itu tidak mengusik Apriyanti justru, menjadi titik awal perjalanan yang membuka hati Apriyanti tentang arti moderasi beragama yang sesungguhnya.

Setiap hari, Apriyanti belajar hal baru. Apriyanti melihat bagaimana para siswa dan rekan guru menjalankan nilai-nilai Islam dengan penuh ketulusan. Apriyanti belajar memahami budaya, tradisi, dan kegiatan keagamaan mereka, bukan sebagai sesuatu yang membatasi, tetapi sebagai pengetahuan yang memperkaya.

Baca Juga:  Ingin Bepergian Ramai-Ramai? Gunakan Layanan Tiket Rombongan KAI! KAI Daop 1 Jakarta Berangkatkan Rombongan Sekolah NOAH Jakarta dengan KA Taksaka

“Yang membuat hati saya terharu, mereka pun menerima saya apa adanya mereka menghargai keyakinan saya, cara saya beribadah, dan setiap langkah yang saya ambil sebagai seorang pendidik,” ungkapnya.

Di madrasah ini, perbedaan tidak menjadi dinding. Ia menjadi jembatan tempat kami saling menyapa, saling mendengar, dan saling menguatkan.

Apriyanti semakin yakin bahwa moderasi beragama bukanlah sekadar teori yang hanya dibahas dalam seminar atau modul pelatihan. Moderasi adalah sikap. Ia hadir dalam cara kita menyapa, dalam bagaimana kita memahami orang lain, dan dalam keberanian kita untuk bekerja sama meskipun berbeda keyakinan.

Mengajar matematika di lingkungan madrasah membuat Apriyanti melihat bahwa keberagaman itu bukan sesuatu yang harus ditakuti. Justru keberagamanlah yang membuat kita tumbuh. Membuat kita lebih terbuka. Membuat kita menyadari bahwa di balik label agama yang berbeda, kita tetap manusia yang sama-sama ingin dihargai dan menghargai.

Apriyanti bangga menjadi bagian dari perjalanan ini. Bangga berdiri di madrasah, mengajar dengan hati, dan menunjukkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk menjauh tapi alasan untuk semakin mendekat, belajar, dan mengasihi.

Karena pada akhirnya, damai itu lahir ketika kita berani menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan ancaman. Dan saya menemukan kedamaian itu di tempat yang mungkin tidak semua orang sangka, sebuah madrasah yang menjadi rumah bagi harmoni di tengah keberagaman.

Penulis : Andry

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang
Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA
Gubernur Bobby Siapkan Dua Hadiah untuk UMSU, Beasiswa hingga Dukungan Pembangunan Kampus
Sumut Deklarasikan Bebas Rabies 2030, Pemprov Pastikan Ketersediaan Vaksin
Gubsu Bahas Percepatan Rumah Subsidi Bersama DPR dan Pengembang
Andre Rosiade Bilang Bobby Nasution Gubernur yang Bekerja Keras
Gubsu Ajak IKM Sumut Perkuat Ekonomi Keumatan dan Industri Halal
Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Pihak Yayasan Methodist Kasih Immanuel Indonesia dan Kepala SMA Methodist Tanjung Morawa Mangkir Panggilan Mediasi Disnaker Deli Serdang

Selasa, 29 September 2026 - 16:45 WIB

Bantu ASN Hingga Pensiunan Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Bapenda dan Bank Sumut Hadirkan Program KMG MERDEKA

Senin, 28 September 2026 - 18:14 WIB

Gubernur Bobby Siapkan Dua Hadiah untuk UMSU, Beasiswa hingga Dukungan Pembangunan Kampus

Minggu, 27 September 2026 - 16:30 WIB

Sumut Deklarasikan Bebas Rabies 2030, Pemprov Pastikan Ketersediaan Vaksin

Minggu, 27 September 2026 - 13:37 WIB

Gubsu Bahas Percepatan Rumah Subsidi Bersama DPR dan Pengembang

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Gubsu Bahas Percepatan Rumah Subsidi Bersama DPR dan Pengembang

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:37 WIB