Robohnya Proyek IPA PDAM Tirtanadi di Sunggal Karena Tak Ada Perencanaan

- Penulis

Senin, 14 April 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, PostSumatera.id – Penyebab robohnya proyek pembangunan uprating (proses untuk meningkatkan kapasitas produksi air) di Intalasi Pengolahan Air (IPA) wilayah pelayanan Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang pada Perusahan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi diduga tidak adanya perencanaan yang matang dan beresiko mengalami kerusakan atau ambruk kata Anton Sihombing di ruang tunggu PTSP Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (14/4/2025)

Diduga kurangnya study kelayakan yang komprehensif sehingga robohnya rangkaian besi untuk pengecoran setinggi tujuh meter dengan panjang rencana dinding bak sekitar empat meter ambruk karena tanah tempat penyangga besi berdiri berlumpur dikarenakan hujan.
Ambruknya rangkaian besi untuk pengecoran kurangnya pengawasan dari Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) dan konsultan pengawasan dari PDAM Tirtanadi.
Dikatakan Ketua Dewan Pakar Gerakan Nasional Patriot Pancasila (GNPP) Sumut proyek Up-ranting IPA Sunggal senilai Rp.61,38 miliar dikerjakan PT. Karya Sepakat Kita sumber di KSO ke PT.Karya Utama Cintramandiri dana penyertaan modal Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara dengan waktu pelaksanaan 265 hari kalender seharusnya selesai Maret 2025 namun ditunda hingga Juni 2025 menjadi pertanyaan.
Proyek Up-ranting IPA Sunggal tidak dikerjakan tepat waktu dan di Addendum sampai Juni 2025. Menurut Anton, Addendum pengerjaan proyek Upranting IPA Sunggal ketidak mampuan rekanan KSO mengerjakan Proyek Uprating IPA Sunggal.
Ambruknya rangkaian besi pengecoran diduga tanah tempat penyangga tidak melalui uji sondir untuk memastikan pondasi yang kuat dan aman. Uji sondir adalah salah satu pengujian tanah (soil test) yang harus dilakukan di lapangan dan uji sondir merupakan pengujian tanah untuk mengetahui daya dukung tanah dan kedalaman lapisan tanah keras serta prosedur penetrasi daya dukung tanah di setiap lapisan, dan bukan menjadi alasan peryataan.
Manager Proyek Abdul Hasibuan menyebutkan, robohnya rangkaian besi untuk pengecoran berlumpur dikarenakan hujan, sehingga terjadi pengeseran mengakibatkan ketahanan besi pengecoran roboh.
Kesimpulannya, robohnya rangkaian besi pengecoran diakibatkan kurangnya perencanaan yang matang, atas kejadian ini Anton menduga sangat tidak realistis mengenai anggaran, waktu, dan sumber daya manusia atau kondisi lingkungan.
“Atas kejadian ini, kita sangat prihatin dengan kondisi rubuhnya proyek Upranting IPA Sunggal milik PDAM Tirtanadi Sumut, juga belum memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).Kasus ini menunjukan kepada kita lemahnya pengawasan Aparat Penegak Hukum (APH) di Sumatera Utara atas robohnya bangunan Proyek Up-rating IPA Sunggal,” kata Anton Sihombing yang akarab disapa gondrong ini.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo instruksikan pengawasan ketat terhadap proyek pembangunan pemerintah dan melaporkan kepada Presiden manakala menemuka kejanggalan dalam berjalanya proyek apabilah ditemukan kejanggalan segera dilaporkan kepenegak hukum.
Selaku Dewan Pakar GNPP Sumut mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera melakukan penyelidikan Proyek Uprating IPA Sunggal mulai dari proses tender dan penetapan pemenang robohnya proyek up-ranting Perumda Tirtanadi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Sunggal.
Ketika dikomfirmasi, Plt Direktur Utama (Dirut) Tirtanadi Ewin Putra tidak memberikan jawaban kepada wartawan.

Baca Juga:  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai Gelar Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Inpres No 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi Anggaran

Penulis : Tim – Rdaksi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusif
KAI Daop 9 Jember Imbau Rencanakan Perjalanan Lebih Awal Sambut Momen Lebaran 2026
Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”
Datang ke INACRAFT 2026, Pengunjung Bisa Dapat Diskon Tiket Kereta Api Lebaran 20 Persen
Gubernur Sumut Ajak HMI Terlibat Dalam Penerapan RJ
Sambut Tahun Baru Imlek, KAI Daop 6 Yogyakarta Hiasi Stasiun dengan Ornamen Imlek
PPID Beberapa Desa di Kecamatan Bangun Purba Tidak Indahkan Permohonan Informasi
Как определить минимальные суммы пополнения баланса 1xbet эффективно
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:40 WIB

Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusif

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:31 WIB

KAI Daop 9 Jember Imbau Rencanakan Perjalanan Lebih Awal Sambut Momen Lebaran 2026

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:23 WIB

Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:18 WIB

Datang ke INACRAFT 2026, Pengunjung Bisa Dapat Diskon Tiket Kereta Api Lebaran 20 Persen

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:34 WIB

Gubernur Sumut Ajak HMI Terlibat Dalam Penerapan RJ

Berita Terbaru

News

Gubernur Sumut Ajak HMI Terlibat Dalam Penerapan RJ

Minggu, 8 Feb 2026 - 14:34 WIB