Harga Ayam dan Bumbu Dapur Naik, Pemko Medan Gercep Lakukan Sidak Pasar & Siapkan Intervensi Harga

- Penulis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan,PostSumatera.id – Keluhan masyarakat terkait kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok langsung mendapat perhatian Pemko Medan. Atas instruksi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Pemko Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar untuk mengecek langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pangan, khususnya ayam yang mengalami kenaikan, Kamis (27/8/26).

Sidak ke pasar Petisah dan pasar Sei Sikambing dilakukan Pemko Medan melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Medan Citra Effendi Capah didampingi Kadis UKM Koperindag Hendra Ridho Siregar, Kadis Ketapang Pertanian dan Perikanan, Ahmad Untung Lubis dan Dirut PUD Pasar Anggia Ramadhan. Selain ayam, pengecekan juga menyasar sejumlah komoditas lain yang dikeluhkan masyarakat mengalami kenaikan, seperti cabai dan bawang.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga ayam saat ini berada di kisaran Rp50 ribu. Kenaikan tersebut salah satunya dipengaruhi berkurangnya pasokan ayam ke pasar.

Kondisi ini turut dirasakan pedagang. Maryuni, salah seorang pedagang, menyampaikan harapannya agar harga ayam dapat kembali stabil sehingga tidak terlalu membebani masyarakat.

Ia berharap harga ayam bisa berada di kisaran Rp35 ribu. Menurutnya, kenaikan harga mulai terasa setelah aktivitas sekolah kembali berjalan dan kebutuhan masyarakat meningkat.

Tak hanya ayam, harga sejumlah komoditas bumbu dapur juga mengalami kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai rawit berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram, sementara di kawasan Petisah sekitar Rp60 ribu. Cabai merah berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga bawang putih sekitar Rp34 ribu per kilogram, tomat Rp18 ribu, dan bawang merah sekitar Rp36 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian Pemko Medan karena berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Terlebih, kebutuhan pangan merupakan komoditas yang dibeli masyarakat setiap hari.

Citra Effendi Capah mengatakan Pemko Medan akan mengambil sejumlah langkah untuk menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia di pasar.

Baca Juga:  Saresehan Kejatisu dan Wartawan, Komitmen Bangun Sinergi Penegakan Hukum di Sumut

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menemui para pemasok untuk mengetahui secara langsung kondisi pasokan dan penyebab berkurangnya sejumlah komoditas.

“Langkah-langkahnya akan kami jumpai pemasoknya,” ujar Citra.

Pemko Medan juga menyiapkan intervensi terhadap harga komoditas yang mengalami kenaikan, khususnya cabai. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar harga tetap terjangkau masyarakat.

Untuk komoditas ayam, Pemko Medan akan melakukan koordinasi dengan Rumah Potong Hewan (RPH) guna memastikan ketersediaan pasokan dan mencari solusi atas kenaikan harga yang terjadi di pasar.

Selain itu, Pemko Medan juga akan memperkuat langkah pengendalian harga melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.

“Kami akan menggelar GPM dan Pasar Murah. Kita pastikan barang komoditas tersebut ada di pasar,” kata Citra.

Ia menegaskan, sidak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota H Zakiyuddin Harahap agar kondisi harga kebutuhan pokok dipantau secara langsung dan langkah penanganan segera dilakukan ketika ditemukan kenaikan harga.

“Sidak ini sesuai arahan Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Masyarakat banyak yang mengeluh harga. Jadi kita ingin mengetahui secara langsung,” ujarnya.

Pemko Medan memastikan pemantauan tidak berhenti pada pengecekan harga di lapangan. Pemerintah juga akan menelusuri rantai pasok mulai dari pemasok hingga pedagang untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kenaikan harga.

Dengan langkah tersebut, Pemko Medan berharap pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga dapat kembali stabil, sehingga masyarakat tidak semakin terbebani oleh kenaikan harga pangan. rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Banjir Besar Jadi Pelajaran, Pemko Medan Apresiasi Kepada IOM Turut Membantu Perkuat Kesiapsiagaan & Kolaborasi Kemanusiaan
Dr Sugiat Santoso : Rusak Pondasi Demokrasi, Pembusukan Politik Harus Dihambat
TPID Sumut Perketat Monitoring Harga dan Pasokan Pangan, Pastikan Kebutuhan Masyarakat Terjaga
Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah di DPRD Deli Serdang, Sekwan Bungkam Terkait Temuan BPK
Pemprov Sumut Kebut Perbaikan Infrastruktur SDA Rusak Akibat Bencana
DPC PSI Percut Sei Tuan Rayakan HUT RI ke 81 Sekaligus Peresmian Kantor Sekretariat
Kasus Penghentian Penyelidikan Perusakan Kantin Dukcapil Deli Serdang Berujung Laporan ke Propam Polda Sumut
Buka Rangkaian Perjalanna di Pulau Sumatera, Film Berjudul ‘Istimewa’ Sapa Penonton di Kota Medan

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Banjir Besar Jadi Pelajaran, Pemko Medan Apresiasi Kepada IOM Turut Membantu Perkuat Kesiapsiagaan & Kolaborasi Kemanusiaan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Harga Ayam dan Bumbu Dapur Naik, Pemko Medan Gercep Lakukan Sidak Pasar & Siapkan Intervensi Harga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Dr Sugiat Santoso : Rusak Pondasi Demokrasi, Pembusukan Politik Harus Dihambat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:10 WIB

TPID Sumut Perketat Monitoring Harga dan Pasokan Pangan, Pastikan Kebutuhan Masyarakat Terjaga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah di DPRD Deli Serdang, Sekwan Bungkam Terkait Temuan BPK

Berita Terbaru