Post Sumatera                            Diduga Korupsi Dana Desa, GMDS Tuntut Penjarakan Kades Tanjung Garbus Satu dan Copot Kadis PMD Deli Serdang

 

Diduga Korupsi Dana Desa, GMDS Tuntut Penjarakan Kades Tanjung Garbus Satu dan Copot Kadis PMD Deli Serdang

- Penulis

Selasa, 29 April 2025 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubuk Pakam, Postsumatera.id – Aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan Mahasiswa Deli Serdang (GMDS) pada Selasa (29/04) berlangsung ricuh. Saling dorong antara massa dan Satpol PP tak terelakkan saat mahasiswa memaksa masuk ke Kantor Bupati Deli Serdang.

Aksi ini merupakan bentuk desakan keras agar aparat penegak hukum segera menahan Kepala Desa Tanjung Garbus Satu, Basuki Rebo, dan mencopot Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Deli Serdang, yang dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi GMDS, Dodi, menyampaikan bahwa Basuki Rebo diduga kuat telah menyalahgunakan Dana Desa tahun anggaran 2023 untuk kepentingan pribadi. Salah satunya penggunaan ambulans desa secara ilegal hingga menyebabkan kecelakaan, namun hingga kini keberadaan ambulans tersebut tidak jelas, seolah hilang ditelan bumi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bupati Deli Serdang harus segera mencopot kepala desa ini, dan Kejari jangan diam. Kami menuntut agar Basuki Rebo segera ditahan atas dugaan korupsi berjemaah. Kadis PMD pun harus dicopot karena terbukti gagal mengawasi. Ini bukan kelalaian biasa, tapi bentuk nyata pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” tegas Dodi selaku koordinator Aksi.k

GMDS juga mengungkap adanya kejanggalan dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) Desa Tanjung Garbus Satu. Menurut mereka, terdapat sejumlah kegiatan yang dianggarkan dengan nilai fantastis namun tidak memiliki hasil nyata di lapangan. Mahasiswa mencurigai bahwa dokumen RAB sengaja dimanipulasi untuk menutupi praktik-praktik korupsi.

Baca Juga:  Cara Mudah Kenali Perbedaan Kucing Jantan dan Betina

“Kami menemukan banyak kejanggalan. Anggaran pembangunan fasilitas kesehatan dan pembinaan PKK nilainya sangat tidak masuk akal, dan kenyataannya nihil di lapangan. Ini jelas skenario korupsi yang terstruktur dan sistematis,” kata Dodi lantang.

Ia melanjutkan, “Laporan keuangan desa diduga fiktif. Ini perampokan uang negara secara terang-terangan, tapi penegak hukum masih diam membisu. Ke mana hati nurani mereka?”

Selain mendesak tindakan terhadap Kades, GMDS juga meminta Kejaksaan Negeri Deli Serdang segera melakukan audit menyeluruh terhadap laporan keuangan Desa Tanjung Garbus Satu dan menyelidiki indikasi penyalahgunaan jabatan.

“Kami minta Kejari bertindak cepat untuk mencegah penghilangan barang bukti atau upaya melarikan diri. Ini persoalan serius, bukan main-main,” tambah Dodi.

Di akhir aksi, massa GMDS menegaskan tidak akan berhenti menuntut keadilan. “Kalau pemerintah dan aparat hukum terus diam, kami akan datang dengan massa yang lebih besar. Perlawanan ini akan terus kami kobarkan sampai para pelaku korupsi dihukum seberat-beratnya,” seru Dodi sebelum membubarkan massa dengan tertib usai perwakilan mereka diterima oleh pihak Pemkab Deli Serdang.

Setelah menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati, massa GMDS melanjutkan aksinya menuju Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang. Di sana, mereka disambut baik oleh perwakilan pihak kejaksaan yang menerima pernyataan sikap serta berjanji akan menindaklanjuti laporan dan tuntutan mahasiswa terkait dugaan korupsi Dana Desa Tanjung Garbus Satu.

Penulis : Nikson Sinaga
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel postsumatera.id untuk update berita terbaru setiap hariFollow

Berita Terkait

Indonesia Kehilangan Momentum di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia
Affiliate dan Partnership: Peluang Penghasilan Tambahan di Era Digital
KAI Daop 4 Semarang Pastikan Kesehatan Petugas Prasarana Selama Penanganan Genangan di Pekalongan
Beli Besi Industri di Semarang Kini Bisa Nego Harga Online, Lebih Cepat & Transparan
Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik dan Penanganan Bencana, Kementerian PU Hadirkan Portal Data Real-Time via Dashboard SIGI
Walikota Medan Targetkan Pembangunan Medan Melejit Lewat Optimalisasi PBB, Agha Novrian : total SPPT yang diserahkan sebanyak 542.166 dengan Nilai Rp.972.045.127.089
Perbaiki Konektivitas Pascabencana, Kementerian PU Siapkan Rencana Detail Penanganan Permanen Jalan Tarutung – Sibolga via Batu Lubang
Okupansi Tinggi Saat Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Divre IV Tanjungkarang Pastikan Layanan Tetap Optimal dan Aman
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:01 WIB

Indonesia Kehilangan Momentum di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:53 WIB

Affiliate dan Partnership: Peluang Penghasilan Tambahan di Era Digital

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:25 WIB

KAI Daop 4 Semarang Pastikan Kesehatan Petugas Prasarana Selama Penanganan Genangan di Pekalongan

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:47 WIB

Beli Besi Industri di Semarang Kini Bisa Nego Harga Online, Lebih Cepat & Transparan

Jumat, 23 Januari 2026 - 03:15 WIB

Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik dan Penanganan Bencana, Kementerian PU Hadirkan Portal Data Real-Time via Dashboard SIGI

Berita Terbaru